Header Ads

Bikin Haru, Tuna Netra Akan Rayakan Natal 29 Desember, Ini Kata Mereka

WARTAGAS.COM - Persatuan Tuna Netra Siantar akan merayakan Natal bersama pada 29 Desember 2018. Dalam perayaan natal ini penyandang Tuna Netra mengharapkan uluran tangan dan bantuan para Donateur.

Bikin Haru, Tuna Netra Akan Rayakan Natal 29 Desember, Tuna Netra Akan Rayakan Natal 29 Desember, Ini Kata Mereka
Brikjon Purba Ketua Panitia Natal Pertuni (Baju Merah) dan Adityasa Waruwu - Foto: LintasPublik.com

"Benar kami mau merayakan natal 29 Desember nanti, semoga dapat terlaksana dengan baik,"kata Brikjon Purba ketua Panitia natal pertuni dan Adityasa Waruwu sebagai bendahara yang keduanya penyandang Tuna netra kepada lintaspublik.com, Jumat (19/10/2018) di jalan Medan Km. 5,5 kelurahan Sumber Jaya kecamatan Siantar Martoba kota Pematangsiantar, seperti yang dilansir oleh LintasPublik.com.

Adityasa Waruwu suaminya juga penyandang Tuna netra dan memiliki 3 orang anak menambahkan, sebenarnya mereka ingin sekali mengundang banyak kawan-kawan Tuna Netra lainnya untuk merayakan Natal ini, tapi karena keterbatasan dana, maka kami memfokuskan anggota saja.

"Ada 20 anggota tetap Pertuni, ditambah beberapa orang Mitra Bakti yang sering membantu kami menyelenggakan setiap ada kegiatan. Dan sebenarnya masih banyak kawan-kawan kami yang belum bergabung termasuk yang dari Simalungun, tapi karena keterbatasan dan dan selalu kekurangan dana kami tidak mengundangnya, karena kami membutuhkan biaya operasional yang banyak,"terang Adityasa Waruwu yang sejak umur 7 tahun menderita kebutaan akibat Step (penyakit kejang pada anak-anak).

Informasi yang diterima lintaspublik.com, rata-rata anggota pertuni suami istri penyandang cacat (Tuna netra/= buta) kebanyakan mereka berfropesi sebagai pemijat refleksi (tukang kusut). Harapan mereka dengan keterbatasan mereka pemerintah dapat lebih memfokuskan kesejahteraan para penyandang cacat, khususnya Tuna Netra.

"Semoga pemerintah dapat lebih memperhatikan kami, karena bantuan pemerintah untuk kami sering macet-macet, bagaimanalah kami mau sekolah anak-anak kami sementara pencarian kami dari memijat sangat sedikit,"terang Adityasa Waruwu, bahwa sebulan dirinya hanya mampu mendapat sekitar Rp.500 ribu dari hasil pekerjaannya memijat.


Lporan: Tagor Leo

LIHAT JUGA VIDEONYA DI BAWAH INI

loading...

No comments

Powered by Blogger.