Header Ads

Admin IG Sr23_official Ditangkap, Jokowi: Itu Namanya Menabok

WARTAGAS.COM - Bareskrim Polri menangkap Jundi (27), admin akun Instagram @sr23_official, yang menyebar hoax Jokowi aktivis PKI. Jokowi menyebut penangkapan Jundi merupakan bentuk menabok dengan proses hukum.

Presiden Jokowi di Bandara Radin Inten II, Lampung - Foto: Andhika Prasetia-detikcom

"Itu yang namanya menabok, yaitu menabok dengan proses hukum," ujar Jokowi di Bandara Radin Inten II, Lampung, Sabtu (24/11/2018).

Sebelumnya, Jokowi sempat mengatakan ingin menabok siapa pun yang menyebarkan isu hoax dirinya aktivis PKI. Jokowi mengingatkan supaya jangan sembarang menebar fitnah.


BACA JUGA: Jokowi: Mau Saya Tabok Rasanya


"Jadi hati-hati dengan fitnah membuat hoax, hati-hati," kata Jokowi.

Sebelumnya, Polisi mengatakan Jundi membuat dan menyebarkan hoax soal l Jokowi hingga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Salah satu konten yang diunggah adalah Jundi mengedit foto Jokowi yang sedang berpose hormat dengan menambahkan lambang palu arit dan tulisan 'JOKOWI ADALAH SEORANG KOMUNIS'.

Jundi dijerat Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dan/atau Pasal 45 ayat (1) junctoPasal 27 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Dia juga disangkakan Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau Pasal 157 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.


Admin IG sr23_official Serang Jokowi PKI Bikin 843 Meme Hoax-P0rno

Jundi, admin akun Instagram @sr23_official, ditangkap Bareskrim
Jundi, admin akun Instagram @sr23_official, ditangkap Bareskrim. - Foto: Audrey/detikcom

Bareskrim menyatakan Jundi (27), admin @sr23_official yang menuding Presiden Jokowi anggota PKI, memproduksi 843 meme berita bohong (hoax), ujaran kebencian (hate speech), bahkan pornografi. Jundi mengaku membikin meme tersebut di sela-sela kegiatannya berjualan online.

"Ada 843 caption atau gambar yang dikirim pelaku (ke media sosial Instagram). Ditemukan dalam bukti ada 1.186 kali yang bersangkutan mengirim caption dalam akun itu, 843 di antaranya dia buat sendiri," kata Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Dani Kustoni kepada wartawan di kantornya, Cideng, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018).

Jundi sehari-hari berjualan pakaian secara online. Dia mengedit gambar atau meme berkonten negatif via aplikasi Photoshop saat waktu luang sejak 2016.

"(Jundi) itu melakukan editing sendiri. Membuat meme dan gambar-gambar sendiri menggunakan Photoshop. (Pekerjaan) dia berjualan online baju," terang Dani.

Jundi menuturkan tidak ada target produksi meme hoax, hate speech, dan pornografi. "Nggak menentu kapan bikin (meme)-nya. Kalau lagi waktu luang saja," imbuh Jundi.

Jundi ditangkap pada Kamis (15/10) di Aceh. Dia ditangkap setelah setahun diintai oleh Tim Unit I Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim.


Serang Jokowi PKI, Admin IG sr23_official: Awalnya untuk Lawan Ahok

Jundi (27), admin akun Instagram sr23_official, yang ditangkap Bareskim karena menyebarkan hoax soal Presiden Jokowi, mengaku awalnya membuat konten negatif untuk 'melawan' mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang terjerat kasus penistaan agama pada 2016. Setelah kasus Ahok selesai, barulah dia beralih 'menyerang' Jokowi.

"Awalnya itu dari kasus Ahok karena menista agama. Dari situlah timbul niat membuat akun untuk melawan Ahok," kata Jundi di kantor Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018).

Jundi mengatakan alasannya 'menyerang' Jokowi karena tidak suka dengan kebijakan Pemerintah yang dia nilai sepihak. Contohnya, menurutnya, menaikan harga-harga kebutuhan seperti BBM dan listrik tanpa pemberitahuan.

"Kemudian mengapa ke Pak Jokowi? Karena saya kurang suka saja dengan kebijakannya yang menaikan semua barang-barang tanpa pemberitahuan sebelumnya, seperti BBM, listrik," ujar Jundi.

Jundi mengaku berkomunikasi dengan akun-akun penyebar ujaran kebencian dan hoax lainnya. Namun, komunikasinya sebatas bertukar pesan lewat direct message untuk saling memberi dukungan moril.

"Komunikasi (dengan akun penyebar hoax dan ujaran kebencian) sebatas via DM saja. Tapi saya nggak pernah kenal, DM saja. Paling membicarakan tentang postingan saya saja, paling di-comment 'ini bagus'," jelas Jundi.

Jundi tak menyangka akan ditangkap polisi. Dia mengaku jarang membaca berita tentang penangkapan pelaku hoax dan hatespeech sehingga menganggap yang dilakukannya tidak melanggar hukum.

"Waktu itu saya jarang melihat berita polisi tangkap (pelaku hoax dan ujaran kebencian). Saya pikir aman-aman saja," tutur Jundi.

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI


Sumber: detikcom
loading...

No comments

Powered by Blogger.