Header Ads

Jokowi: Mau Saya Tabok Rasanya

WARTAGAS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa gerah diserang isu hoax, terutama soal tuduhan dirinya aktivis PKI. Jokowi heran masih ada orang yang mempercayai isu tersebut.

Jokowi: Mau Saya Tabok Rasanya
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat acara pemberian sertifikat tanah kepada masyarakat Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Jumat (23/11). - Foto: HarianSIB.co

"Saya kadang sedih kalau sudah masuk tahun politik isinya fitnah, kabar bohong, saling hujat. Coba dilihat di medsos, Presiden Jokowi itu PKI. Fitnah seperti itu, PKI dibubarkan 1965-1966, lahir saya tahun 1961. Berarti umur saya baru 4 tahun, la kok bisa diisukan Presiden Jokowi aktivis PKI. Apa ada PKI balita? Ya kan masih balita, 4 tahun," ujar Jokowi saat membagikan 1.300 sertifikat tanah di Lampung Tengah, Lampung, Jumat (23/11).

Jokowi menyebut ada 9 juta penduduk Indonesia yang mempercayai isu tersebut. Dia mengaku sudah 4 tahun diserang isu PKI.

"Coba di medsos, itu adalah DN Aidit pidato tahun 1955. La kok saya ada di bawahnya? Lahir saja belum, astagfirullah, lahir saja belum, tapi sudah dipasang. Saya lihat di gambar kok ya persis saya. Ini yang kadang-kadang, haduh, mau saya tabok, orangnya di mana, saya cari betul," papar Jokowi.

"Saya ini sudah 4 tahun diginiin, Ya Allah, sabar, sabar, tapi saya sudah bicara karena ada 6 persen yang percaya berita ini. Enam persen itu 9 juta (penduduk) lebih lo. La kok percaya?" tambahnya.

Jokowi juga meluruskan isu dirinya antek asing hingga kriminalisasi ulama. Dia menepis tuduhan itu.

"Ada kriminalisasi ulama, saya tiap hari dengan ulama. Tiap hari, tiap minggu, keluar-masuk pondok pesantren, kok. Kriminalisasi yang mana? Jangan isu seperti ini yang dipercayai, berbahaya sekali kita nanti," ucapnya.

Warning
Sementara itu menurut tim sukses, pernyataan tersebut sebagai bentuk warning (peringatan) Presiden.

"Beliau bicara seperti itu karena beliau beranggapan bahwa isu hoax sudah keterlaluan, bisa merusak sendi-sendi hidup bangsa (budaya jujur, budaya persatuan, kebersamaan persaudaraan)," ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding.

Karding yang ikut menemani kunjungan Jokowi ke Lampung tersebut menyatakan isu hoax memang menjadi perhatian capres nomor urut 01 itu.

"Karena isu hoax sudah bisa memecah bangsa. Telah mengakibatkan orang sebagian percaya bahwa tuduhan semisal PKI, anti-Islam, antek asing, seolah menjadi sesuatu yang benar. Ini merugikan beliau sebagai pribadi," sebut politikus PKB ini.

"Jadi pernyataan beliau itu warning kepada kita semua agar setop hoax, fitnah. Beliau keras dan tegas terhadap hoax, fitnah. Tegas. Dan tidak ada ampun untuk hoax," imbuh Karding.

Meski menggunakan diksi yang cukup keras, Jokowi disebut bukan berarti marah. Karding menilai itu sebagai bentuk ketegasan.

"Karena hoax bisa berakibat buruk bagi kehidupan sosial kita, persatuan kita, merusak akhlak bangsa. Karena hoax sangat berbahaya, jadi Presiden harus tegas," lanjut anggota DPR itu. (detikcom/HarianSIB)

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Yuk Mengenal Museum Batak di Tomok Samosir



loading...

No comments

Powered by Blogger.