Header Ads

Dinilai Menghina Suku Batak, Faisal Abdi Dituntut 2 Tahun Penjara

WARTAGAS.COM - Dinilai melakukan penghinaan terhadap suku Batak melalui akun Facebook pada Juni 2018 lalu, terdakwa Faisal Abdi Lubis alias Bombay alias Memet dituntut 2 tahun penjara. Selain itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan juga menuntut terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp 20 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Dinilai Menghina Suku Batak, Faisal Abdi Dituntut 2 Tahun Penjara
Terdakwa Faisal Abdi Lubis alias Bombay alias Memet di saat dipersidangan - Foto: Hetanews

"Menuntut terdakwa Faisal Abdi Lubis alias Bombay alias Memet selama 2 tahun penjara dan denda Rp 20 juta subsidair 3 bulan kurungan," kata JPU Randi di Ruang Cakra VIII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (5/12).

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Saryana itu, JPU mendakwa Randi melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi, Teknologi dan Elektronik (ITE). Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi).

Dalam dakwaan JPU, kasus ini berawal ketika terdakwa Faisal menulis komentar melalui akun facebooknya atas nama Faisal Abdi dengan kalimat "Eramas Pasti Menang, Orang Batak jangan sedih ya kalo djoss nyungsep silahkan makan kalian taik babi itu ha...ha... Batak Tolol", yang dipostingnya pada Rabu, 27 Juni 2018, pukul 13.00 WIB, di kediaman ibunya di Jalan Beringin, Pasar 7, Gang Pancasila 10-A, Dusun Kuini, Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Saat itu terdakwa menonton hasil penghitungan cepat (quick count) hasil pemilihan Gubernur Sumut 2018 yang disiarkan dari televisi. Lalu terdakwa melihat ada akun facebook atas nama tidak ingat, menuliskan kalimat hasil penghitungan cepat Pilgubsu yang tidak sesuai dengan menyebutkan persentasi hasil perolehan suara pasangan Calon Gubsu nomor urut 2 (DJOSS) lebih unggul dari pasangan Calon Gubsu nomor urut 1 (Eramas).

Akibatnya status terdakwa itu menjadi viral dan kemudian dilaporkan pemilik akun lainnya, termasuk Parsadaan Pomparan Raja Lontung (PPRL).


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Perayaan Natal Ikatan Anak Perantau Kabupaten Samosir (IKAPERKASA), di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (6 Desember 2018)




Sumber: HarianSIB
loading...

No comments

Powered by Blogger.