Header Ads

Inilah Cerita Rahmat Shah Membangun Taman Hewan Pematang Siantar

WARTAGAS.COM - Taman Hewan Pematang Siantar (THPS) kini telah berusia 82 tahun. Di taman hewan yang berada di Jalan Kapten MH Sitorus Nomor 10, Kota Pematang Siantar ini, pengunjung bisa melihat dan belajar tentang jenis-jenis satwa langka, baik dilindungi maupun yang tidak.

Inilah Cerita Rahmat Shah Membangun Taman Hewan Pematang Siantar
Rahmat Shah - Foto: analisadaily.co


Kondisi Taman Hewan Pematang Siantar saat ini tentunya sangat berbeda dengan awal-awal pertama kali dibuka untuk umum pada tahun 1936. Seiring berjalannya waktu, taman hewan ini menjadi salah satu lokasi wisata yang banyak dikunjungi masyarakat, tidak hanya dari Siantar, juga dari luar.

Pemilik Taman Hewan Pematang Siantar, Rahmat Shah mengatakan, di tahun 1960-an taman hewan yang dikelolanya saat ini pernah berjaya. Kemudian sempat kurang terawat dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

“Saat itu saya diminta. Wali Kota-nya masih Bapak Abu Anifah. Kerja samanya 30 tahun. Alhamdulilah kita bangun perlahan-lahan,” kata Rahmat Shah, Jumat (7/12).

Berkat ketekunan dan keseriusan Rahmat Shah mengelola, saat ini Taman Hewan Pematang Siantar menjadi kebun binatang tauladan dan dapat penghargaan klarifikasi B. Menurutnya, pencapaian ini tidak terlepas dari kerja sama masyarakat dan pihak terkait yang peduli.

Rahmat Shah membeberkan, di Taman Hewan Pematang Siantar banyak satwa langka yang tidak dimiliki taman hewan lainnya. Bukan hanya Sumatera, tetapi juga di Indonesia. Salah satunya, Taman Hewan Pematang Siantar memiliki kera Brasil 4 jenis dengan berkembang biak yang bagus.

Juga ada merak beberapa warna, cendrawasih, dan berbagai jenis kucing atau harimau, singa, dan juga kera Jepang. Menurut Rahmat Shah, keberadaan Taman Hewan Pematang Siantar di Indonesia sangat baik, karena menjadi tempat hiburan layak, mendidik, dan terjangkau. Selain itu, Taman Hewan Pematang Siantar juga untuk edukasi, konservasi, dan rekreasi.

“Jadi, keberadaan kebun binatang di manapun di Indonesia punya manfaat yang besar. Tujuan yang baik untuk membina anak-anak,” ungkapnya.

Rahmat Shah menuturkan, di usia Taman Hewan Pematang Siantar yang ke-82 tahun, kondisnya saat ini cukup banyak satwa. Kemungkinan pihaknya akan melakukan berbagai perbaikan-perbaikan dan penambahan untuk menunjang tingkat kunjungan agar masyarakat yang berkunjung merasa nyaman dan tidak berdesakan.

“Bayangkan, satu hari di sini pernah berkunjung sebanyak 28.000. Kalau akhir pekan bisa 3 ribu kunjungan. Untuk satwa kita lihat terus, kalau ada lebih kita tukarkan, yang belum ada kita upayakan,” tuturnya.

Pengunjung melihat harimau di Taman Hewan Pematang Siantar
Pengunjung melihat harimau di Taman Hewan Pematang Siantar - Foto; analisadaily.com


Akan Dibuat Open Zoo

Rahmat Shah mengungkapkan bahwa Taman Hewan Pematang Siantar merupakan taman hewan mini, karena luas areanya di bawah area 5 hektare. Terkait hal ini, pihaknya harus mengukur kemauan dan kemampuan, sehingga jangan sampai binatang yang ada tidak layak penempatannya.

“Sekarang kandang hewan kita seperti harimau, singa, pakai kolam berenang. Orangutan juga sudah terbuka, bisa dilihat dengan jelas. Tidak dikurung lagi, beruang juga dan sebagainya. Rencana semua hewan di sini open zoo, kecuali burung. Untuk mebuat kandang open zoo, misalnya untuk harimau, membutuhkan biaya ratusan juta,” ungkapnya.

Rahmat Shah juga menyebut, Taman Hewan Pematang Siantar akan mendatangkan komodo. Di taman hewan ini pernah ada komodo, tetapi karena usianya sudah tua, kemudian mati. Rencananya awal Januari 2019 Komodo akan didatangkan ke Taman Hewan Pematang Siantar , dan kandangnya sudah disiapkan.

“Kelebihan Taman Hewan Pematang Siantar dibandingkan taman hewan lain adalah, taman hewan ini memiliki pohon-pohon tua, karena taman hewan ini merupakan nomor tiga tertua di Indonesia. Uniknya lagi, taman hewan ini berada di tengah Kota Pematang Siantar. Untuk biaya masuknya Rp 25.000 per orang,” tandasnya.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Perayaan Natal Ikatan Anak Perantau Kabupaten Samosir (IKAPERKASA), di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (6 Desember 2018)




Sumber: analisadaily.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.