Header Ads

Ketum Tumpuan Damanik Boru Panagolan Indonesia Sesalkan Penghentian Pembangunan Tugu Pendiri Kota Pematangsiantar

WARTAGAS.COM - Penghentian pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh Damanik di Lapangan Haji Adam Malik yang sudah dimulai sejak 10 November 2018 lalu sangat disesalkan. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Tumpuan Damanik Boru Panagolan Indonesia (TDBPI), Irjen Pol Drs M Wagner Damanik MAP, melalui WhatsApp ketika dikonfirmasi Awak Media, Minggu (9/12).

Ketum Tumpuan Damanik Boru Panagolan Indonesia Sesalkan Penghentian Pembangunan Tugu Pendiri Kota Pematangsiantar
Di hari pahlawani, Sabtu (10/11/2018), Walikota Siantar, Hefriansyah memulai proses pembangunan tugu Sangnaualuh. - Foto: Net

"Penghentian tersebut sangat kita sesalkan, hal ini perlu dicermati oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar secara benar. Karena, pembangunan tugu tidaklah masalah agama. Materi surat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar tentang usulan perpindahan tidak menyebut ada norma/kaidah agama yang dilanggarnya," jelasnya.

Diterangkan Wagner, justru yang sangat disayangkan dalam surat MUI Kota Pematangsiantar tersebut antara lain, disebutkan pembangunan tugu tersebut lebih kecil manfaat dari mudaratnya. "Hal ini tidak selayaknya diutarakan, karena Sangnaualuh Damanik adalah Raja Siantar, pendiri Kota Pematangsiantar. Yang pantas dan layak dihormati dan dihargai. Sangnaualuh adalah pejuang yang melawan penjajah Belanda untuk membela Bangsa Indonesia, khususnya masyarakat yang ada di Pematangsiantar dan Simalungun hingga dia dibuang ke Bengkalis, jelasnya.

Pemerintah Kota Pematangsiantar dan komunitas masyarakat Simalungun berencana akan kembali mengajukan Raja Sangnaualuh Damanik menjadi pahlawan nasional apabila tugu tersebut sudah berdiri di Pematangsiantar nantinya.

"Kita sebagai warga negara yang baik jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sangat layak kita bangun tugunya, sebagai tanda peringatan terhadap jasa jasanya yang mau mengorbankan jiwa dan raganya untuk bangsa ini," ungkapnya.

Semasa hidup, katanya, Raja Sangnaualuh Damanik, dikenal sebagai Muslim yang sangat toleran terhadap semua agama. Mari kita saling menghormati dengan memberi kesempatan kepada Pemko Pematangsiantar untuk melanjutkan pembangunan tugu tersebut. Karena sudah dilakukan upacara adat, yang juga dihadiri para pejabat Pemerintah Kota Pematangsiantar dan tokoh tokoh masyarakat, baik lintas suku maupun agama, kata Wagner.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Polres Simalungun Razia Narkoba di Tempat Hiburan dan Kafe




Sumber; HarianSIB
loading...

No comments

Powered by Blogger.