Header Ads

Kolaborasi Tagor Tampubolon - Daulat Manurung dalam Kidung Natal Genre Etnik

WARTAGAS.COM - Tagor Tampubolon berkolaborasi dengan Daulat Manurung dan Torganda Manurung. Kerja sama trio pekerja seni itu dalam menulis lagu khusus untuk Parsadaan Pomparan Raja Toga Manurung Dohot Boruna (Patambor) Indonesia. "Kita sedang merapikan karya untuk kesatupaduan Pomparan Manurung Hutagurgur, Silitonga dan Hutagaol," ujarnya di Jakarta, Selasa (4/12).

Kolaborasi Tagor Tampubolon - Daulat Manurung dalam Kidung Natal Genre Etnik
Tagor Tampubolon - Daulat Manurung - Foto; HarianSIB.co

Konsekuensi dari kolaborasi itu, harus terus berdiskusi. Baik via dunia maya maupun secara periodik harus ketemu. Itulah sebabnya membuat ketiganya terbang ke Jakarta, kembali ke Medan bahkan ke daerah-daerah. "Kadang dibicarakan di jeda konser," ujar pria yang melahirkan lebih dari 650 lagu etnik, ratusan di antaranya hits.

Masuk di Bulan Natal, Tagor Tampubolon - Daulat Manurung - Torganda Manurung berbagi fokus karena memrioritaskan persiapan perayaan kelahiran Sang Penebus Dosa Dunia. "Saya sudah orat-oret bikin X'Mast song tapi kok fokus ke lagu Patambor Indonesia dan Nairasaon," ceritanya. "Soalnya, saya ini orang Batak. Harus komit melestarikan warisan leluhur!"

Dalam membuat lagu etnik, Tagor Tampubolon mengritik musisi muda. "Mereka itu seenaknya saja bikin lirik etnik. Rusak bahasa leluhur dengan lirik cinta-cinta dengan kosakata tak tepat," ujarnya.

Yang dimaksud dengan kosakata tak tepat adalah menyamaratakan kata cinta untuk seluruh usia. "Mengatakan cinta pada orangtua, sesuai tata krama Batak Toba, beda sekali dengan mengutarakan cinta untuk seusia atau lawan jenis," ujarnya. "Saya selalu marah pada musisi muda yang tidak mau konsultasi atau minta wejangan pada para senior atau pada sesepuh dalam berbahasa Batak Toba yang baik," tegas Tagor Tampubolon.

Meski memuji kreativitas musisi muda Batak, ia meminta agar melahirkan karya harus dengan benar dan baik. "Di era digital, karya itu sangat berpengaruh ke masa depan satu peradaban. Bagaimana kids era now dapat berbahasa Batak Toba yang baik dan benar jika musisinya tidak?" sesalnya.

Untuk mendapatkan yang terbaik, Tagor Tampubolon bersedia memberi nasihat atau wejangan pada musisi muda dalam berkarya. "Saya tidak mau sombong. Sebagai pekerja seni yang menjunjung tinggi adat, saya siap sharing dengan musisi muda," tegasnya.

Niat baik tersebut disambut Daulat Manurung. Pria yang ikut membesarkan nama Sopo Badragaz di industri hiburan global itu menyiapkan tempat di Hotel Menara Lexus Jalan Raja Sisingamangaraja XII Medan untuk menggelar karya kreatif. "Tiap malam, rutin, pentas di Hotel Menara Lexus jadi media ekspresi seniman lokal, regional dan nasional," papar pria yang populer dengan nama Dading Manurung itu.

Sama seperti Tagor Tampubolon, masuk ke Desember, Dading Manurung menepikan diri untuk kontemplasi menyambut kelahiran Yesus Kristus. "Tradisi tiap Natal dan Tahun Baru, keluarga kami berkumpul. Berdoa mengucap syukur karena melewati setahun dengan sehat bahagia dan menyongsong Tahun Baru dengan keoptimisan," tutupnya.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Perayaan NATAL Punguan Anak Rantau Kampung Asihan Siantar (PARKASI) di Jakarta




Sumber' HarianSIB
loading...

No comments

Powered by Blogger.