Header Ads

5.713 Orang Positif DBD di Sumut dan 25 Orang Meninggal

WARTAGAS.COM - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi hal yang menakutkan bagi setiap orang. Namun, hal ini bisa dicegah dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan gerakan 3 M. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, kasus di Sumut tahun 2018 sebanyak 5.713 orang positif DBD, dan 25 orang meninggal dunia.

5.713 Orang Positif DBD di Sumut dan 25 Orang Meninggal
Foto: hariansib.com

Dari jumlah tersebut, Kota Medan penyumbang terbanyak dengan angka 1.490 penderita dan 13 meninggal dunia. Diikuti Kabupaten Deliserdang sebanyak 987 penderita, tidak ada yang meninggal dan peringkat ketiga yakni Langkat.

Kepala Dinkes Sumut melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Sumut dr Yulia Maryani MKes mengatakan, penyebaran DBD yang vektornya nyamuk aedes aegypti ini salah satunya dipengaruhi oleh jumlah penduduknya.

Semakin banyak jumlah penduduk maka perindukan nyamuknya semakin banyak. Nyamuk tersebut suka di daerah yang airnya bersih seperti air tampungan kulkas, dispenser dan bak mandi. Masyarakat terkadang kurang waspada," kata Yulia kepada wartawan, Kamis (7/2).

Ia juga menerangkan, ada lima besar kabupaten/kota yang endemis berdasarkan angka kejadian yaitu Sibolga, Tebingtinggi, Binjai, Gunungsitoli dan Pematangsiantar. Sedangkan lima besar berdasarkan jumlah kasus yaitu Medan, Deliserdang, Langkat, Simalungun, dan Binjai.

"Hal itu karena jumlah penduduknya banyak, juga seperti Deliserdang yang daerahnya berbatasan maka nyamuknya bisa pindah," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, sifat nyamuk aedes itu bereaksi mulai pagi hari pukul 09.00 sampai 15.00 WIB. Di waktu tersebut, banyak anak di bawah berusia 14 tahun yang terkena DBD. Hal itu karena anak anak banyak berada di luar rumah.

"Dari data ini terjangkit anak-anak usia di bawah 14 tahun dan ternyata terjangkit di luar rumah. Jadi, walaupun di rumah bersih kemungkinan besar anak-anak ini terjangkit di luar rumah," sebutnya.

Dijelaskannya, satu nyamuk akan menetaskan ratusan telur dan masa hidupnya selama 4 minggu. Hal ini juga yang menyebabkan banyak kasus DBD.

"Jadi yang dibasmi jentiknya, jangan sampai terbentuk nyamuk. Lakukan 3M Plus yaitu menguras, menutup mengubur dan plusnya yaitu menanam tumbuhan pengusir nyamuk seperti bunga lavender, serai dan memelihara ikan pemakan jentik," imbaunya.

Mengenai jumlah penderita di Kota Medan tersebut, Sekretaris Dinkes Sumut Ridesman mengakui, Medan endemis DBD dan kasus itu terkait dengan belum optimalnya pengelolaan kesehatan lingkungan. Perilaku masyarakat dalam pencegahan DBD katanya masih perlu ditingkatkan.

LIHAT JUGA VIDEO MENARIK DI BAWAH INI
Gagah dan Perkasa Teknisi Pesawat TNI AU - Bandung




Sumber: hariansib
loading...

No comments

Powered by Blogger.