Header Ads

Pengeroyokan Terduga Pencuri Helm di Kampus Unimed Tak Berperikemanusiaan

WARTAGAS.COM - Pengeroyokan hingga menewaskan 2 pria terduga pencuri helm masing-masing Joni Pernando Silalahi (JPS), warga Jalan Tangkul I Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, dan Steven Sihombing (SS), warga Jalan Perjuangan Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, di Kampus Unimed, Selasa (19/2) sore, dinilai tidak berperikemanusiaan.

Pengeroyokan Terduga Pencuri Helm di Kampus Unimed Tak Berperikemanusiaan
Pengeroyokan Terduga Pencuri Helm di Kampus Unimed (Kiri), Ayah kandung almarhum SS, Poltak Sihombing (Kanan)

Hal itu disampaikan ayah kandung SS, Poltak Sihombing (62) saat diwawancarai wartawan di rumahnya. Diungkapkan Poltak yang merupakan pensiunan polisi itu, ia dan keluarga JPS tidak terima dengan aksi main hakim sendiri, sehingga kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Percut Sei Tuan.

"Rabu (20/2) sekira pukul 02.00 WIB kami sudah membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan. Saat ini Polrestabes Medan dan Polsek Percut Sei Tuan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kemarin kami mendapat informasi dari pihak Polrestabes bahwasanya sudah 7-8 pelaku yang ditangkap," ungkap pria yang memakai 2 tongkat untuk bisa berjalan itu.

Poltak hingga kini masih tidak percaya dengan tuduhan terhadap anaknya dan JPS yang telah mencuri helm maupun sepedamotor. Apalagi JPS merupakan anak penjualan bawang.

"Satu gerobak helm bisa dibeli orangtua JPS karena almarhum anak toke bawang. Jadi tuduhan itu tidak masuk akal," bebernya.

Dikatakannya, saat peristiwa pengeroyokan disertai persekusi terhadap kedua almarhum terjadi, JPS sempat menghubungi istrinya yang sedang hamil anak kedua untuk membawakan STNK sepedamotor yang dikendarainya ke kampus

"Istri almarhum JPS datang ke kampus dengan membawa STNK sepedamotor. Namun istri JPS mendapati suaminya serta anak saya sudah dikeroyok dan dalam keadaan sekarat," ujarnya dengan rasa sedih.

Ayah kandung almarhum SS, Poltak Sihombing saat diwawancarai wartawan di rumahnya Jalan Perjuangan Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kamis (21/2).
Ayah kandung almarhum SS, Poltak Sihombing saat diwawancarai wartawan di rumahnya Jalan Perjuangan Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kamis (21/2). - Foto: hariansib

Poltak merasa sangat sedih dengan kehilangan anak ketiga dari tiga bersaudara itu untuk selamanya. Diakuinya jika anaknya tamatan SMA dan belum bekerja. Ia tak ikhlas anaknya tewas dengan menggenaskan.

"Saya melihat video di HP, anak saya dan JPS disiksa. Ngeri sekali melihatnya, para pelaku tak berkemanusiaan. Tindakan Satpam Kampus Unimed bukannya mengamankan, malah ikut memprovokasi dan menganiaya kedua korban yang dituduh mencuri itu. Kami berharap semua pelaku yang menganiaya ditangkap dan dihukum berat. Kami percaya polisi bekerja, karena informasi yang kami dapat sudah 7-8 satpam yang ditangkap," katanya.

Poltak Sihombing merasa curiga atas kematian anaknya yang terkesan disengaja. Hal itu terbukti saat SS diotopsi, terdapat serpihan kaca/beling di dalam otaknya.

"Saat anak saya diotopsi, sejumlah tubuhnya dibelah. Terdapat serpihan kaca di otak almarhum. Rabu sore anak saya sudah dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Keristen Simalingkar B," pungkasnya.

Terpisah, pantauan wartawan di rumah duka JPS Jalan Tangkul I Kecamatan Medan Tembung, terlihat banyaknya sanak saudara, tetangga melayat almarhum. Rencananya Kamis sore jasad almarhum dimakamkan. Namun pihak keluarga belum ada yang bisa diwawancarai wartawan karena masih berduka.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira yang dikonfirmasi lewat WhatsApp membenarkan adanya sejumlah pelaku pengeroyokan sudah ditangkap. Namun Kasat belum bisa memberikan identitas pelaku menunggu dirilis oleh Kapolrestabes Medan.

Pada Rabu sore beredar di WhatsApp sejumlah awak media ada 3 video kedua terduga pencuri helm saat dimassa. Pada video yang berdurasi 6 menit itu, terlihat sejumlah sekuriti berpakaian dinas menangkap seorang pelaku dan kemudian memukul wajah dan menendang tubuh pelaku.

Pada video kedua dan ketiga yang berdurasi 27 serta 29 menit, terlihat kedua pelaku dalam posisi tubuh tengkurap dan tangan terikat ke belakang serta tak berdaya lagi. Massa sesekali menendang pelaku. Terlihat seorang wanita berupaya melarang, namun massa tetap menghakimi pelaku yang juga menjadi tontonan. Beredar juga di lapangan, seorang pelaku dikabarkan anak dari anggota polisi. Sementara itu JPS juga dikabarkan sudah memiliki istri yang tengah hamil.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri yang dikonfirmasi membenarkan adanya kedua terduga pencuri 2 helm usai dimassa dan akhirnya meninggal di RS Haji.

"Untuk kedua korban (kecurian helm), M Arif Gunawan Siregar dan Riana Pratiwi sudah dimintai keterangannya," ujar Kapolsek sembari menambahkan jika ayah dari JPS, Efendi Silalahi sudah membuat laporan terkait penganiayaan terhadap anaknya hingga tewas.

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Sumber: hariansib
loading...

No comments

Powered by Blogger.