Header Ads

Bea Cukai Siantar "Perangi" Rokok Ilegal, 4 Bulan Temukan 101 Ribu Batang

WARTAGAS.COM - SIANTAR, Maraknya rokok ilegal di wilayah kantor Bea dan Cukai Pematangsiantar, membuat personil Bea dan Cukai harus bekerja ekstra.

Bea Cukai Siantar "Perangi" Rokok Ilegal, 4 Bulan Temukan 101 Ribu Batang
Foto: Lintaspublik.com / wartagas.com /tagor leo

Kerja ekstra ini untuk meminimalisir peredaran rokok ilegal yang nyata – nyata merugikan Negara.

Kabarnya, oleh Meteri Keuangan (Menkeu), pihak Kantor Bea dan Cukai Siantar, ditugaskan menurunkan peredaran rokok ilegal hingga 3 persen, pada tahun 2019 ini, atau lebih rendah dari tahun 2018 lalu, sebesar 7 persen.

Fajar Patriawan, Kasi Penindakan dan Penyelidikan menjelaskan, bahwa untuk memenuhi target itu tidak lah mudah, sehingga pihaknya berencana akan melibatkan pihak Aparat Penegak Hukum (APH) saat melakukan operasi atau penindakan terhadap pelaku distributor rokok ilegal.

"Kita akan melibatkan seluruh pemerintah daerah, baik di kabupaten maupun kota Pematangsiantar, agar bersama-sama memerangi rokok Ilegal, demikian juga kami akan melibatkan penegak hukum baik Polisi, kejaksaan dan bahkan TNI,"kata Fajar di ruang kerjanya, Rabu (22/5/2019) siang, di jalan Sisingamangaraja no 66, kota Siantar.

Dengan ini kami berharap pemilik kios atau grosir jangan lagi memasarkan rokok ilegal, karena bisa saja nantinya bermasalah dengan hukum, karena kami telah banyak menemukan rokok Ilegal.

"Kita akan telusuri siapa pendistribusi rokok ilegal ini, dan beberapa kasus distributor rokok telah masuk pidana, dan saat ini sedang diadili di pengadilan Medan. Kalau tidak mau berurusan dengan hukum jangan lagi bersentuhan dengan rokok ilegal, "Stop rokok Ilegal",ungkap Kasi Penindakan ini, beberapa pemilik kios diwilayah kerjanya telah dipanggil karena menjual rokok ilegal kepada masyarakat.

"Beberapa pemilik kios telah kita panggil, karena kedapatan menjual rokok ilegal tanpa cukai, ini kita lakukan agar pemilik kios dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,"ungkapnya.

Strategi lainnya, lanjut Fajar Patriawan, yaitu dengan meminta bantuan pihak Pemerintah Kota (Pemko), maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar lebih giat lagi melakukan sosialisasi terhadap masyarakat.

“Diharapkan pihak Pemerintah Daerah yang selama ini menerima dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) supaya ikut melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar jangan membeli rokok ilegal atau penembak pajak. Dan khususnya kepada para pemilik kios atau grosir agar jangan memasarkan rokok bermasalah,”ujarnya.

Beberapa waktu lalau, petugas Bea dan Cukai Pematangsiantar menemukan rokok ilegal merek Luff­man yang beredar tanpa cukai sudah sangat meresahkan pengusaha rokok di Sumatera Utara, bahkan di wilayah kantor Bea dan Cukai Pematangsiantar menemukan 101 Ribu Batang Rokok Luffman Ilegal periode bulan 1 Februari sampai 8 Mei 2019.

Disamping rokok Luffman Ilegal, Bea dan Cukai Pematangsiantar juga menemukan rokok ilegal lainnya seperti Maxx, Nidji, Fel Super, Sakura, Bintang, Garden, SM King, Bravo, Victory, Rohas, dan Gudang Cengkeh.

"Diantara rokok-rokok Ilegal itu, rokok Luffman paling banyak beredar ilegal, dan daerah rawat peredarannya daerah Dairi, Simalungun dan Karo,"tuturnya.

Adapun wilayah kantor Bea dan Cukai Pematangsiantar adalah Pematangsiantar, Simalungun, Dairi, Karo, Taput, Tobasa, dan Samosir.

LIHAT JUGA VIDEO MENARIK DI BAWAH INI



Penulis : tim
Editor : hans
loading...

No comments

Powered by Blogger.