Header Ads

PARIBAN Bagi Orang Batak

WARTAGAS.COM - Horas, tulisan kali ini membahas tentang Pariban. Pariban sudah tidak asing lagi ditelinga Orang Batak (Halak Hita). Pembahasan PARIBAN Bagi Orang Batak ini sebelumnya sudah kami publikasikan di halaman facebook Batak Network.

PARIBAN Bagi Orang Batak
Ilustrasi: Penari Batak (Foto: wartagas.com/hansringo

Bagi kaum Pria Batak, Pariban adalah Putri (boru) dari Tulang (saudara laki-laki Ibu Kandung) atau BORU NI TULANG. Boru ni tulang  inilah yang disebut sebagai PARIBAN KANDUNG. Selain pariban kandung, ada juga pariban kita yang lain, yaitu wanita yang semarga dengan ibu kandung. Semua wanita Batak yang semarga dengan ibu kandung kita adalah PARIBAN. (Catatan: Pariban harus selevel atau no urut generasi harus sama. Mengenai hal ini, nanti kita bahas lebih lanjut.)

Bagi Kaum Wanita Batak, pariban adalah Anak dari Amangboru / Namboru (Amangboru adalah Pria yang menikahi namboru, namboru merupakan sudara perempuan kandung dari Bapak). Ini disebut pariban kandung. Laki-laki yang ibunya semarga dengan wanita batak, bisa juga sebagai Pariban.

Tulisan ini hanya membahas Pariban dari sisi Pria Batak.

PARIBAN Bagi Orang Batak
Laki-laki Batak, jika ingin menikah dengan paribannya bisa dibolehkan. Bahkan dianjurkan. Tentu pernikahan tsb harus didasari atas nama CINTA. Artinya, tidak salah seorang Pria Batak mencintai Boru ni tulang (pariban) dan mengajaknya untuk berumah tangga. (Catatan: mengenai pernikahan batak, nanti kita bahas lebih lanjut).

Namun, ada Pariban yang tdak boleh dinikahi oleh Laki-laki Batak, sampai kapan pun, dan ini sudah menjadi aturan yang tersirat bagi budaya batak. Lebih lanjut, mari kita simak di bawah ini.

Ada 2 (dua) Pariban di kalangan orang batak (halak hita).
1. Pariban yang bisa dinikahi
2. Pariban Nasoboi olion (Pariban yang tidak boleh dinikahi).

Kedua di atas sudah merupakan hukum pernikahan Adat Batak.


1. Pariban yang bisa dinikahi

Pariban yang bisa dinikahi maksudnya, laki-laki bisa menikahi Anak Perempuan dari Tulang (Saudara kandung Ibu) atau menikahi perempuan dari marga (boru) ibu si laki-laki, atau marga (boru) ompung boru (nenek) si laki-laki. Atau biasa disebut Boru ni tulang.


2. Pariban Nasoboi olion (Pariban yang tidak boleh dinikahi).

Pariban nasoboi Olion atau dalam bahasa Indonesia adalah Pariban yang tidak boleh dinikahi, ditujukan kepada Boru ni tulang Rorobot.

Tulang Rorobot adalah Anak (laki-laki) dari Saudara laki-laki Ompung Boru (nenek) kita (dari Pihak Ibu kandung). Istilah Tulang Rorobot juga berlaku bagi semua marga yang sama. Contohnya begini; Saya Marga Siringorigo, Ibu Boru Silalahi Yang melahirkan Ibu Kandung Boru Pakpahan (Nenek saya). Saudara Laki-laki Nenek punya Anak laki-laki atau yang semarga dengan nenek, Itulah Tulang Rorobot saya. Jadi Marga Pakpahan adalah Tulang Rorobot saya.

Putri (boru) ni Tulang Rorobot ini merupakan Pariban ni tulang atau Pariban ni Anak ni tulang kita, simpelnya kita bilang Pariban ni tulang.

Anak perempuan (Boru) ni tulang rorobot ini bisa juga disebut Pariban kita, tapi Pariban yang tidak boleh dinikahi (pariban nasoboi olion).

Penyebutan Pariban kepada Boru ni tulang rorobot berlaku jika dia belum menikah atau menikah dengan marga lain (tidak menikah dengan anak ni tulang). Tetapi, jika Pariban (boru ni tulang rorobot) menikah dengan anak ni tulang, maka sebutan pariban akan berubah menjadi Inang Bao.


Alasan Pariban Nasoboi olion (Pariban yang tidak boleh dinikahi).

Kenapa kita ttidak boleh menikah dengan Pariban itu (Pariban Nasoboi olion)?

Jawaban simpelnya adalah Tidak boleh, jelas-jelas disebut Pariban Nasoboi olion (Pariban yang tidak boleh dinikahi), artinya kapan pun dan dimana pun, meskipun wanita tsb pariban kita, tidak boleh dinikahi. Selain tidak boleh, jika pun dinikahi, maka kita bisa dianggap selevel dengan tulang (saudara ibu kandung), dan hubungan / kekerabatan bisa jadi kaku.

Bayangkan jika istri kita semarga dengan ibunya ibu kita atau semarga dengan pariban ni tulang, lalu Mereka (Tulang dan Ibu) manggil kita apa?

Fenomena dan faktanya, memang ada yang menikahi Pariban Nasoboi olion (Pariban yang tidak boleh dinikahi) karena menganggap wanita yang dinikahi tsb bukanlah Pariban ni tulang / Anak ni tulang NA TAKKAS (kandung). Artinya, wanita tsb bukanlah Kerabat Dekat, atau tidak kenal, cuma hanya semarga saja alias DANG POLA NA TAKKAS atau BUKAN PARIBAN NI TULANG NA TAKKAS.

Fenomena itu terjadi bisa dikarenakan beberapa faktor, seperti orangtua kita tidak pernah menjelaskan mengenai ini, atau malah orangtua kita tidak tahu, atau bodoh amat (EGP) sama paradaton, atau kitanya yang seperti itu, atau keluarga tsb memang pada dasarnya cuek (EGP) mengenai adat batak. Atau ada alasan yang paling frontal, yaitu DARI PADA SOLAKKU (dari pada tidak menikah) boru apa pun (selain semarga laki-laki), pokoknya menikahlah.

Padahal adat batak adalah ADAT BATAK, hukum yang tersirat yang harus dijalankan, demikian juga Pariban Nasoboi olion (Pariban yang tidak boleh dinikahi) harus diterapkan.

Demikianlah ulasan mengenai PARIBAN Bagi Orang Batak.

Sebagai kaum muda batak, jangan malu belajar budaya dan adat batak. Budaya Adat Batak itu unik dan menarik untuk dipelajari dan diterapkan. Budaya Adat Batak itu mengajarkan kita tentang saling hormat sesama kita. Saya bangga jadi orang batak.

Pesan kami, khusus kepada kaum muda batak, sebelum jatuh cinta, jangan lupa tanya marganya apa.

Semoga bermanfaat. Molo adong nahurang (jika ada yang kurang / salah) paparan diatas, mohon dikoreksi. Mauliate. Botima. Horas jala gabe. Tuhan Memberkati.

TONTON JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Musik Gondang Tortor Batak - MAUMERE - GOYANG ANAK DELI - SIANTARMAN




Hans Ringo
loading...

No comments

Powered by Blogger.