Header Ads

Jokowi: Pejabat Diberi Tambahan Pengamanan Agar Insiden Wiranto Tak Terulang

WARTAGAS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan akan ada tambahan pengamanan bagi para pejabat. Ini menyusul insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto oleh salah seorang jaringan teroris.

Jokowi: Pejabat Diberi Tambahan Pengamanan Agar Insiden Wiranto Tak Terulang
Presiden Joko Widodo

"Kemarin langsung sudah saya perintahkan juga kepada Kapolri (Jenderal Tito Karnavian), untuk pejabat-pejabat agar diberikan penambahan pengamanan," ungkap Jokowi usai menengok Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).

Para pejabat sebenarnya sudah mendapatkan penjagaan pengamanan. Meski begitu, Jokowi memastikan tambahan pengamanan akan diberikan.

"Agar peristiwa yang terjadi kepada Menko Polhukam Bapak Wiranto tidak terulang lagi," tegasnya.

Jokowi memastikan kondisi Wiranto sudah membaik. Bahkan mantan Panglima ABRI itu sempat menyatakan ingin segera kembali bekerja.

"Alhamdullilah kondisinya sudah stabil, semakin baik, tadi bisa berkomunikasi. Sudah berbicara dengan saya tadi, 'Pak saya ingin segera pulang ikut ratas lagi', sudah menyampaikan artinya kondisinya sudah semakin baik," sebut Jokowi.

Membaik
Sementara itu, kondisi Menko Polhukam Wiranto sudah lebih baik usai dioperasi akibat ditusuk di Pandeglang, Banten, kemarin. Sempat dirawat di ruang ICU, Wiranto kini sudah dipindahkan ke ruang perawatan.

"Iya, tadi sempat ngobrol, begitu saya masuk, dia langsung manggil, 'Hey, Saleh.' Sekarang di ruang perawatan, tapi masih tetap ada alat yang masih membantu," ujar mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin usai menengok Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jumat (11/10).

Saleh mengatakan juga sempat berbincang dengan Wiranto, walaupun ucapan eks Panglima ABRI itu masih terbatas. Kepadanya, Wiranto memberikan pesan untuk tetap berbakti kepada negara.

"Tentu tadi saya melihat bahwa beliau masih bisa diajak ngobrol dan memang masih berbaring, keadaannya lemas tapi masih bisa ngobrol," ucap Saleh.

"Beliau malah nyuruh saya, 'Kamu harus kuat, tetap beraktivitas dan tetap berbakti kepada negara,'" lanjutnya.

Bicaranya Jelas
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar juga menjenguk Menko Polhukam Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Dia menyebut kondisi Wiranto yang kena tusuk semakin baik.

"Membaik, saya komunikasi dengan beliau, pelan, bicaranya jelas kok," kata Agum di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (11/10).

Agum mengaku prihatin atas peristiwa yang terjadi terhadap Wiranto. Dia berharap polisi segera mengungkap jaringan dan motif penyerangan Wiranto.

"Ini satu kejadian yang di luar dugaan kita dan ini bagian dari teror, tidak mungkin ini berdiri sendiri, artinya kita serahkan sekarang kepada polisi untuk bisa mengungkap jaringan mana, motivasinya apa, biarkan polisi yang bekerja dan modal awal kita dua orang terduga ini harus dijaga, jangan sampai ada upaya untuk menghilangkan mereka. Kalau mereka hilang ya terputus, nah ini yang harus dijaga betul oleh polisi," jelas Agum.

Dia mengatakan pengamanan harus diperketat. Menurutnya, masalah keamanan tergantung seberapa efektif penggunaan intelijen.

"Mereka tahu kita, kita tak tahu mereka. Teror itu bisa terjadi kapan saja di mana saja dengan cara apa saja terhadap siapa saja. Nah menghadapi ancaman seperti ini kuncinya terletak pada sejauh mana kita mampu memperdayakan intelijen kita," jelasnya.

Agum mengatakan informasi dari intelijen sudah bisa dijadikan dasar mengambil langkah tegas mencegah teror. Dia menyebut intelijen harus bekerja lebih keras.

"Kita harus bekerja lebih keras menghadapi ancaman seperti ini kuncinya intelijen. Intelijen bisa menjadi dasar bagi kita untuk mencegah teror itu terjadi," ujar Agum.

Karangan Bunga
Di sisi lain, karangan bunga berisi ucapan lekas sembuh untuk Wiranto menghiasi Kemenko Polhukam .

Pantauan di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (11/10) sekitar pukul 08.30 WIB, sudah ada satu karangan bunga simpatik untuk Wiranto. Selang setengah jam kemudian atau sekitar pukul 09.00 WIB, karangan bunga serupa lainnya tampak diantar ke Kemenko Polhukam.

Karangan bunga itu bertuliskan 'Kami Semua Berdoa Agar Bapak Jenderal Wiranto Segera Sehat & Pulih Kembali' dan 'Untuk Bapak Wiranto Semoga Cepat Sembuh Ya Pak'.

Jenguk Wiranto
Kepala Staff Kantor Presiden Moeldoko menjenguk Menko Polhukam Wiranto di RSPAD Gatot Subroto. Menhub Budi Karya Sumadi juga hadir menjenguk.

Moeldoko tiba di Paviliun Kartika, RSPAD Gatot Subroto pukul 08.40 WIB. Setibanya di lokasi, Moeldoko langsung masuk ke dalam ruangan.

Sebelum Moeldoko, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tiba di RSPAD 08.30 WIB. Ada pula Plt Kepala BPIP Haryono.

Belakangan, terlihat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti datang.

Tak Berdampak
Sementara itu Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan insiden penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto tak akan mengganggu pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

"Dan saya tidak melihat itu akan berdampak pada pelantikan presiden. Insiden itu tidak bisa berdampak ke hari pelantikan," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Jumat (11/10).

Menurut Luhut, insiden penusukan juga terjadi di beberapa negara. Bahkan ia menyatakan tak ada pemerintah yang bisa mengklaim negaranya luput dari konflik.

"Saya pikir masalah ini tidak hanya di Indonesia, jadi ini bisa terjadi di mana pun. Sering kali saya bilang, konflik, tidak ada negara, tidak ada pemerintah yang bisa klaim bahwa negara mereka luput dari konflik," imbuh Luhut.

Menurut Luhut, di Amerika Serikat (AS) saja, setiap tiga bulan sekali ada insiden pembunuhan. "Dan di Amerika Anda bisa melihat setiap tiga bulan ada insiden, orang-orang terbunuh, mungkin 15, mungkin 50 orang. Tapi hidup harus tetap berlanjut," jelas dia.

Meski demikian, Luhut mengungkapkan pemerintah akan meningkatkan keamanan di hari pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin. Pemerintah akan tetap berhati-hati.

"Kita lebih hati-hati. Sistem pengamanan kita evaluasi. (Tanggal) 20 Oktober SOP dari Paspampres, rencana kontingensi," pungkas dia. (detikcom/hariansib)
loading...

No comments

Powered by Blogger.