Header Ads

Mana yang Benar, Pematangsiantar atau Pematang Siantar?

Beberapa orang mungkin bertanya apakah penulisan untuk Kota Pematangsiantar digabung atau dipisah, Pematangsiantar atau Pematang Siantar?

Mana yang Benar, Pematangsiantar atau Pematang Siantar?
Balai Kota di Jalan Merdeka, Pematangsiantar, Sumatera Utara. (Foto: Istimew

Lalu bagaimana sejarah penetapan nama kota yang dikenal di Indonesia sebagai salah satu kota paling toleran.

Nama Pematangsiantar diambil dari dua kata, yakni Pamatang, yang artinya badan atau tubuh, sementara kata Siantar berasal dari kata attaran dalam bahasa Simalungun berarti tempat.

Secara histori Pematangsiantar merupakan daerah kerajaan Siantar yang berkedudukan di Pulau Holing dan raja terakhir dari dinasti keturunan marga Damanik yaitu Tuan Sangnaualuh Damanik, yang memegang kekuasan sebagai raja tahun 1906.

Di sekitar Pulau Holing kemudian berkembang menjadi perkampungan atau tempat tinggal penduduk, di antaranya Kampung Suhi Haluan, Siantar Kahean, Pantoan, Suhi Bah Bosar, dan Tomuan. Daerah-daerah tersebut kemudian menjadi daerah hukum Kota Pematangsiantar.

Pematangsiantar tulisannya digabung ya

Sejarawan Universitas Simalungun (USI) Pematangsiantar, Hisarma Saragih mengatakan, Pamatang atau Pematang adalah sebutan bagi sebuah kota di mana terdapat beberapa perkampungan atau kerajaan.

"Pamatang yang menurut artinya adalah jalan kecil yang agak ditinggikan, namun kata Pamatang lebih indentik sebagai nama sebuah kota, contoh Pamatang Raya yang berarti kota atau kerajaan Raya di masa lalu. Sementara Siantar berarti tempat atau lokasi," tutur Hisarma, Sabtu 31 Agustus 2019.

Menurut Hisarma, penulisan kota Siantar awalnya terpisah yakni Pematang Siantar, sesuai dengan historinya. Namun soal keabsahan, dia berpendapat tergantung kekonsistenan penulisan awal Kota Pematangsiantar.

"Kalau beberapa tahun lalu penulisan nama kota Siantar mengikuti awal penulisan. Kalau awal penulisan digabung, semua harus digabung dan sebaliknya tergantung penulis," terang Hisarma.

Budayawan Simalungun, Kadim Damanik menjelaskan, dahulunya Pamatang Siantar adalah sebuah desa yang kemudian menjadi kota dan tetap bernama Pematang Siantar. Oleh karena Pematang Siantar bukan lagi sebuah pematang, tetapi telah menjadi sebuah kota, maka pada peta ditulis sebagai satu kata, yaitu Pematangsiantar.

Karena sebelumnya memang sebuah pematang bernama Siantar. Kemudian karena perubahan status menjadi kota, penulisannya berubah menjadi Pematangsiantar. Kata Pematang tidak hilang karena asal usul pematang yang bernama siantar itu.

"Secara sejarah penulisan, kota Pematang Siantar terpisah. Namun setelah ada perubahan terkait otonomi daerah maka secara administrasi nama Kota Pematangsiantar ditulis tanpa spasi," terang Kadim.

Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia USI, Resmi mengatakan, secara Kamus Besar Bahasa Indonesia penulisan Pematangsiantar adalah digabung. "Pematangsiantar tulisannya digabung ya," terang Resmi. []

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Lagu Batak Matua So Ra Mangoli cover by Erick Nainggolan Parhusip



Sumber: TagarId
loading...

No comments

Powered by Blogger.