Header Ads

Nge-Like Postingan Nyinyir, PNS Juga Bisa Dihukum

WARTAGAS.COM - Aparatur sipil negara (ASN) harus makin hati-hati menggunakan media sosial. Pasalnya, mengunggah kiriman nyinyir yang berbau ujaran kebencian bisa dihukum, paling berat bisa dipecat.

Nge-Like Postingan Nyinyir, PNS Juga Bisa Dihukum
Ilustrasi - Aparatur sipil negara (ASN) (Foto: dtikcom)

Bukan cuma itu, dalam Surat Edaran BKN kepada PPK tentang Pencegahan Potensi Gangguan Ketertiban dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi PNS yang terbit Mei 2018 lalu, disebutkan bahwa menyebarluaskan pernyataan ujaran kebencian di media sosial bisa membuat ASN dihukum.

"Menyebarluaskan pendapat yang bermuatan hujatan kebencian sebagaimana dimaksud pada huruf a) dan huruf b) baik secara langsung maupun melalui media sosial (share, broadcast, upload, retweet, regram, dan sejenisnya)," bunyi poin 6 huruf c dalam Surat Edaran, yang dikutip Senin (14/10/2019).

Bahkan, menanggapi postingan ujaran kebencian pun bisa ditindak. Misalnya, PNS memberikan likes atau love, bahkan mengomentari sebuah postingan nyinyir sebagai dukungan, itu pun bisa juga membuat PNS ditindak.

"Menanggapi atau mendukung sebagai tanda setuju pendapat sebagaimana dimaksud pada huruf a) dan huruf b) dengan memberikan likes, love, retweet, regram, atau comment di media sosial," bunyi poin 6 huruf f.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan menyatakan hukuman yang menanti pun beragam. Mulai dari hukuman ringan berupa teguran, hukuman sedang berupa penundaan naik pangkat dan gaji. Hukuman terberatnya sendiri menurut Ridwan adalah pemecatan bagi ASN.

"Jadi sesuai PP 53 tahun 2010 itu hukuman disiplin bagi ASN, ringannya itu teguran lisan dan tertulis, atau pernyataan tidak puas. Terus meningkat bisa ke menengah dan berat katakanlah penundaan kenaikan pangkat setahun lalu penundaan kenaikan gaji berkala selama setahun," papar Ridwan kepada wartawan.

"Yang terberat itu pemberhentian dengan hormat atas tidak permintaan sendiri dan pemberhentian tidak dengan hormat atas tidak permintaan sendiri," tambahnya.


Larangan PNS Nyinyir Sudah Ada Sejak 2018

Ujaran kebencian bisa dilakukan oleh siapa saja, terlebih lagi dengan kemajuan teknologi informasi. Siapapun bisa dengan mudahnya menyebarkan ujaran kebencian, tidak menutup kemungkinan PNS pun bisa melakukannya.

Untuk itu Badan Kepegawaian Negara (BKN) sejak 2018 sudah melakukan pencegahan untuk hal ini. Salah satunya dengan memberikan surat edaran kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) ASN untuk memantau bawahannya agar tidak melakukan ujaran kebencian.

Selain itu, hukuman ringan hingga berat pun menjadi ancaman yang bisa diterima PNS yang melakukan ujaran kebencian.

"Pada 31 Mei 2018, Kepala BKN mengeluarkan edaran kepada PPK. Berdasarkan edaran tersebut pembinaan terhadap ASN yang melakukan pelanggaran hal-hal di atas dilakukan oleh PPK sebagai mana amanat UU ASN," ujar Ridwan, Senin (14/10/2018).

Adapun beragam komentar nyinyir yang dilarang dapat dilihat di halaman berikutnya.


PNS Wajib Follow Medsos Bawahan, Supaya Nggak Nyinyir

Badan Kepegawaian Negara (BKN) meminta kepada aparatur sipil negara (ASN) yang berpangkat tinggi untuk memantau media sosial bawahannya. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan ujaran kebencian yang dilakukan ASN.

Bahkan, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengimbau agar atasan harus saling follow media sosial. Sehingga atasan bisa melakukan pemantauan kepada bawahannya di dunia maya.

"Di era medsos ini, diimbau atasannya itu harus follow media sosial bawahan atau teman sejawat supaya dari awal bisa diingatkan. Misal, 'hey bro, hey sis, kenapa ngurusin itu sih, kerjaanmu diberesin aja dulu'," ungkap Ridwan, Senin (14/10/2019).

Menurutnya dengan begitu kasus ujaran kebencian yang panjang sampai dibawa ke Kepolisian dan Pengadilan tak perlu terjadi.

"Jangan dikit-dikit polisi dikit-dikit UU ITE, capek lah kaya gitu. Pak Kepala (BKN) itu pengin me-remind semua ini (ujaran kebencian) bisa dicegah," ujar Ridwan.

Ridwan menambahkan ASN sendiri tugasnya menjadi pemersatu bangsa. "Ingat ASN itu tugasnya perekat dan pemersatu NKRI," tegasnya.


PNS Bisa Dipecat Kalau Nekat Nyinyir di Medsos!

Ujaran kebencian alias hate speech makin mudah tersebar di tengah kemajuan teknologi informasi. Dengan mudahnya banyak orang yang mengunggah ujaran kebencian di media sosialnya.

Namun bagi aparatur sipil negara, kehati-hatian dalam menggunakan media sosial harus sangat diperhatikan. Pasalnya, beragam hukuman menanti bagi ASN yang sengaja menyebar ujaran kebencian lewat media sosialnya.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengatakan hukuman ringan berupa teguran hingga yang paling berat pemecatan menanti bagi ASN yang melakukan ujaran kebencian.

"Jadi sesuai PP 53 tahun 2010 itu hukuman disiplin bagi ASN, ringannya itu teguran lisan dan tertulis, atau pernyataan tidak puas. Terus meningkat bisa ke menengah dan berat katakanlah penundaan kenaikan pangkat setahun lalu penundaan kenaikan gaji berkala selama setahun," ucap Ridwan,

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Wonderful Tonight - Eric Clapton Cover By Bob Sagar




Sumber; detikcom
loading...

No comments

Powered by Blogger.