Header Ads

6.000 Babi di Mentawai Mati, Diduga Terserang Virus ASF

WARTAGAS, PADANG — Sejak Januari sampai Februari 2020 sekira 6.000 babi ternak di Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, mati. Diduga kematian babi itu akibat terserang virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi afrika.

6.000 Babi di Mentawai Mati, Diduga Terserang Virus ASF
Ilustrasi hewan babi. (Foto: Okezone)

Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake mengatakan, di Sipora ada dua kecamatan yakni Sipora Utara dan Selatan yang terdiri 13 desa, 9 di antaranya terkena wabah penyakit babi tersebut.

Masing-masing adalah Desa Matobe, Mara, Tuapeijat, Sipora Jaya, Bukit Pamewa, Goiso Oinan, Betu Monga, Bosua, dan Saureinuk.

"Pertama sekali diketahui adanya babi mati pada Minggu 12 Januari di Desa Tuapeijat. Kita mendapat informasi, pemerintah langsung mendatangi lokasi," katanya, Senin (24/2/2020).

Menurut Korta, penyebab kematian itu diduga berasal daging babi yang didatangkan para pedagang dari luar Kabupaten Kepulauan Mentawai menjelang Natal akhir tahun lalu.

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
BABI Sang Pejantan Tangguh di Nagojor


Ia mengatakan, daging-daging tersebut dibawa menggunakan kapal ikan, dimasukkan ke dalam fiber agar tidak dicek di Balai Karantina Pertanian.

Korta menjamin penyakit itu hanya pada babi, tidak menular ke hewan lain, apalagi manusia.

Guna mencegah penyakit babi tersebut tidak menyebar ke Pulau Siberut dan Pagai Utara Selatan, Pemda Mentawai melarang pengiriman daging babi segar dari Sipora ke kedua pulau tersebut.

"Kepada masyarakat jangan takut kalau mau mengonsumsi daging babi asalkan terlebih dulu daging babi tersebut dimasak di atas suhu 70 derajat Celsius, sebab virus penyakit babi tersebut akan mati kalau sudah dimasak," tegasnya. (Okezone)
loading...

No comments

Powered by Blogger.