Header Ads

Alamak, Remaja Asal Parapat Siksa dan Lecehkan 2 Keponakan, Polisi Tangkap Pelaku di Sekolahnya

WARTAGAS.COM - Dua pelajar perempuan kelas II dan III Sekolah Dasar (SD) mendapatkan perlakuan kejam dari pamannya berinisial AS (16) yang masih berstatus pelajar SMA.

Ilustrasu

Dua bocah yang bersekolah di sekolah swasta di Parapat mengungkapkan kekerasan yang mereka alami kepada guru.

Tindakan pelaku AS kepada bocah ini terungkap pada Selasa (11/2/2020). Kepala Sekolah MS menyebutkan guru curiga melihat perubahan sikap dari dua pelajar itu.

MS pun mencoba mendekati dua bocah ini. Ketika dilihat, MS menemukan bekas luka memar di wajah korban.

“Mereka cerita kalau luka itu akibat dibenturkan pelaku yang ternyata paman atau uda kandung mereka. Tak sampai di situ, pelaku juga mencocolkan cabe rawit ke luka korban,” katanya, Jumat (14/2/2020).

Selain melakukan kekerasan, AS juga melakukan tindakan asusila. Pelaku AS juga mengancam bocah ini jika tak ingin menuruti kemauan pelaku.

“Jika korban tidak mau atau menangis maka keduanya akan dicubit dan dipukuli. Ini benar-benar tidak manusiawi dan saya langsung mengadukan peristiwa ini ke Polsek Parapat,”ujarnya.

Orang tua pelaku, PS (58), yang juga kakek dari kedua korban mengadukan kejadian ini ke polisi.

“Sesungguhnya ini ujian terberat dalam hidup saya, dimana saya harus mengadukan anak saya sendiri dan kedua cucu saya menjadi korbannya. Tapi demi keadilan bagi kedua cucu saya ini, saya terpaksa mengadukan sendiri anak bungsuku ini,” ujarnya.

PS mengungkapkan anaknya itu baru pindah dari Kota Medan. Ia mengaku terkejut anaknya itu bisa melakukan tindakan kejam.

“Sehari-hari saya tidak melihat ada yang janggal, dia (AS) selalu rajin mengajari kedua cucuku dan tidak menyangka akan terjadi peristiwa seperti ini,” katanya.

Polisi sudah meringkus AS dari sekolah. AS hanya bisa diam saat digiring ke Unit PPA Polres Simalungun.

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI


Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Muhammad Agustiawan mengungkapkan sudah menerima laporan dari PS dan guru terkait kejadian ini. AKP Agustiawan mengatakan tindakan ini dilakukan saat rumah dalam keadaan sepi.

Pelaku juga mengancam korban untuk jangan menceritakan kejadian ini ke orang tua atau pun kakeknya. Tindakan asusila ini juga telah dilakukannya secara berulang ulang kepada kedua korban.

"Kita tengah mendalami kasus tersebut dan ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)," pungkasnya. (tmy/tribun-medan.com)
loading...

No comments

Powered by Blogger.