Header Ads

Beredar Video, Bocah Perempuan Disiksa Ibu Tiri di Kecamatan Bandar

WARTAGAS.COM - Satu rekaman video yang memperlihatkan penyiksaan terhadap seorang bocah perempuan beredar di media sosial dalam 2 hari terakhir. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang ibu memukuli bocah perempuan dengan ikat pinggang.

Beredar Video, Bocah Perempuan Disiksa Ibu Tiri di Kecamatan Bandar
Bocah GS saat disiksa ibu tirinya. (ist/metro24jam.com)

Video yang awalnya beredar melalui grupWhatsApp itu, saat ini sudah diunggah salah satu akun YouTube. Dalam rekaman berdurasi 3 menit 19 detik tersebut, terlihat seorang wanita dewasa menyiksa seorang bocah perempuan berusia sekitar tujuh tahun.

Tanpa belas kasihan sama sekali ia memukul dengan tali ikat pinggang dan nyaris seluruh tubuh sang bocah. Dia juga menampar wajah anak tersebut, hingga kepala.

Informasi yang dihimpun, wanita yang mengenakan celana panjang ungu muda dan kaos biru garis-garis lengan pendek dengan rambut sebahu serta tidak diikat tersebut berinisal RH. Sedangkan bocah perempuan itu adalah GS (7), siswi kelas IIA SD Negeri 0916xx.

Peristiwa itu disebut terjadi di dalam rumah kompleks SD Negeri 0916xx, Jalan Radjamin Purba, Kelurahan Perdagangan III, Kecamatan Bandar, Simalungun, Kamis (14/02/2020), sekira pukul 15.00 Wib.

Video yang direkam oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya itu pun mengundang reaksi emosi dari sejumlah warga yang melihatnya.

Menyusul beredarnya rekaman video tersebut, bocah perempuan itu kini telah diamankan di Mapolsek Perdagangan, sejak Minggu (16/2/2020) malam.

Warga mengatakan, bahwa pelaku sudah ditangkap sedangkan anak yang menjadi korban penyiksaan sudah dibawa ke rumah sakit. Sayangnya tak ada penjelasan, sejauh mana penanganan kasus penganiayaan anak perempuan tersebut.

Lurah Perdagangan III Veronika Br Ginting ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (17/2/2020), mengaku tidak mengetahui pasti motif dan alasan pelaku melakukan kekerasan tersebut.

Menurut Lurah Veronica, saat ini pelaku telah di amankan oleh pihak kepolisian untuk menghindari luapan emosi warga. Terpisah, Kapolsek Perdagangan AKP Supendi SH ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kasus penganiayaan anak tersebut.

“Sudah ditangani Sat Reskrim Polres,” jawabnya singkat saat dikonfirmasi lewat WhatsA pp, Senin (17/2/2020).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Muhammad Agustiawan SIK belum memberikan keterangan resmi terkait kasus ini. Konfirmasi yang dilayangkan lewat WhatsApp Senin (17/2/2020), belum mendapat jawaban hingga berita ini diterbitkan.


Sumber: metro24jam.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.