Header Ads

Calo CPNS Bergentayangan Ngaku Bisa Urus dengan Imbalan Rp 150 - Rp 200 Juta

WARTAGAS - Anggota FP Golkar DPRD Sumut Franc Bernhard Tumanggor menerima pengaduan masyarakat, bahwa calo CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) sudah mulai bergentayangan mengaku-ngaku bisa mengurus dan meloloskan CPNS dengan imbalan uang Rp150 juta-Rp200 juta.

Calo CPNS Bergentayangan Ngaku Bisa Urus dengan Imbalan Rp 150 - Rp 200 Juta
ilustrasi

"Masyarakat sudah banyak melapor ke DPRD Sumut dan mempertanyakan kebenarannya. Jika memang benar bisa diatur dengan imbalan uang, masyarakat menyatakan bersedia membayarnya," ujar Franc Bernhard Tumanggor kepada wartawan, Senin (24/2) di sela-sela Musda (Musyawarah Daerah) X DPD Partai Golkar Sumut di Hotel JW Marriot Medan.

Namun Franc membantah keras, untuk meloloskan CPNS itu bisa diatur dengan uang. "Kita menyerukan kepada masyarakat luas, jangan percaya kepada calo-calo dan isu yang berkembang di tengah masyarakat untuk meloloskan CPNS bisa diatur, tidak benar, " ujarnya.

Jika ada yang menawarkan jasa untuk bisa mengurus CPNS, tambah Franc, masyarakat dianjurkan segera melaporkan kepada aparat penegak hukum, karena itu jelas penipuan dan hanya ingin memeras uang rakyat.

"Kami ingatkan kepada peserta seleksi CPNS agar tidak terbujuk rayu oleh makelar atau calo yang menjanjikan bisa meloloskan proses seleksi dengan sejumlah imbalan uang. Jika ada yang sudah terlanjur memberi uang tersebut, segera adukan kepada aparat penegak hukum.

Lembaga legislatif sudah berulang kali mengingatkan masyarakat, agar jangan percaya oknum yang bisa mengurus, karena putra dari (pejabat) yang terlibat dalam persiapan tes ini saja tidak bisa lolos. "Putri Pak Jokowi juga tidak bisa lolos, karena tes ini dipantau dari pusat dan pelaksanaannya secara transparan," ujar Franc.

Menurut anggota dewan Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini, penerimaan CPNS saat ini sudah menggunakan mekanisme Computer Assisted Test (CAT) dilakukan secara transparan dan terpantau secara ketat. "Jadi sekali lagi saya ingatkan, jangan tergoda bujuk rayu para calo," ujarnya.

Berkaitan dengan itu, anggota Komisi B ini mengimbau kepada panitia CPNS agar tetap mensosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat, agar diketahui secara luas, sebab masyarakat di pedesaan belum banyak yang faham tentang penerimaan CPNS yang transparan dimaksud. (hariansib)
loading...

No comments

Powered by Blogger.