Header Ads

Raja Belanda Dihadiahi "ULOS", Kain Tenun Khas Batak

DEN HAAG - Duta Besar RI untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja menyerahkan cenderamata berupa kain ulos kepada Raja Willem-Alexander dalam acara bertajuk "Indonesia dan Belanda: Masa Depan Bersama" yang berlangsung di Vlaams Cultuurhuis, Amsterdam, Selasa.

Raja Belanda Dihadiahi "ULOS", Kain Tenun Khas Batak
Duta Besar RI untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja menyerahkan cenderamata berupa kain ulos kepada Raja Willem-Alexander dalam acara bertajuk "Indonesia dan Belanda: Masa Depan Bersama" yang berlangsung di Vlaams Cultuurhuis, Amsterdam, Selasa (18/2/2020). (Koninklijkhuis/Rahmad Nasution/ANTARA)

Kain tenun khas Batak yang tersimpan rapi di dalam kotak itu diserahkan Dubes Puja menjelang berakhirnya acara. Pada saat menerima cenderamata tersebut, Raja Willem-Alexander didampingi Ratu Maxima.

Dubes Puja dalam sambutan reflektifnya pada sesi pembukaan acara yang berlangsung di sebuah ruangan berlantai dua gedung pertunjukan seni budaya Kota Amsterdam itu, Dubes Puja menekankan pentingnya kerja sama untuk menggapai masa depan gemilang.

"Hubungan kedua rakyat kita sangat kuat, dan ini adalah satu powerful asset (aset yang kuat) kita," katanya.

Seminar yang diselenggarakan untuk menyambut kunjungan kenegaraan raja dan ratu Belanda ke Indonesia pada 10-13 Maret 2020 itu berlangsung dari pukul 16:15 sampai 17:30 waktu Belanda.

Acara tersebut diisi dengan presentasi dari 10 orang pembicara. Mereka menyampaikan perspektif kritis mereka tentang masa lalu dan masa depan, seni-budaya, ekonomi sirkular, dan diplomasi pengetahuan guna membangun hubungan yang langgeng.

Ke-10 pembicara itu adalah Gert Oostindie (sejarawan Universitas Leiden), Grace Leksana (KITLV), Dries van Wagenberg (disainer), Vivian Maretina (disainer), dan Viktorien van Hulst (Festival Teater Boulevard).

Seterusnya, Freek van Eijk (Holland Circular Hotspot), Anne Marieke Eveleens (Great Bubble Barrier), Jet Bussemaker (Nuffic), Stella Juventia (alumnus StuNed/peneliti Universitas Wageningen), dan Wim van den Doel (Aliansi Leiden-Delft-Erasmus).

Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima bersiap meninggalkan tempat acara bertajuk "Indonesia dan Belanda: Masa Depan Bersama" yang berlangsung di Amsterdam, Selasa (18/2/2020).
Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima bersiap meninggalkan tempat acara bertajuk "Indonesia dan Belanda: Masa Depan Bersama" yang berlangsung di Amsterdam, Selasa (18/2/2020). ((ANTARA/Rahmad Nasution))

Kunjungan kenegaraan raja dan ratu Belanda ke Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara pada 10-13 Maret 2020 itu dilakukan atas undangan Presiden Joko Widodo.

Kunjungan tersebut akan difokusan pada penguatan kemitraan dan kerja sama bidang ekonomi, konservasi alam, budaya, sains, dan sejumlah sektor lain yang meneguhkan keterikatan erat kedua bangsa.

Kerja sama bidang ekonomi kedua negara akan ditekankan pada sektor pertanian, layanan kesehatan, industri bahari dan perlindungan pantai, serta ekonomi sirkular, demikian penjelasan Kedubes Belanda di Jakarta yang diterima ANTARA, Senin.

Dalam kunjungan kenegaraan empat hari yang akan diawali dengan penghormatan kepada para pahlawan Perang Kemerdekaan RI (1945-1949) di TMP Kalibata dan sambutan resmi di Istana Bogor itu, Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima akan didampingi Menlu Stef Blok.

Empat menteri Belanda lain juga turut dalam kunjungan bersama satu misi dagang guna menjajaki potensi kerja sama ekonomi kedua negara, khususnya di sektor pertanian, layanan kesehatan, industri bahari dan perlindungan pantai, serta ekonomi sirkular.

Mereka adalah Menteri Perdagangan dan Pembangunan Sigrid Kaag, Menteri Infrastruktur dan Manajemen Air Cora van Nieuwenhuizen, Menteri Kesehatan dan Olahraga Bruno Bruins, serta Menteri Pertanian, Lingkungan, dan Mutu Pangan Carola Schouten.
Pada hari terakhir kunjungan kenegaraannya di Indonesia pada 13 Maret, Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima dijadwalkan mengunjungi Sumatera Utara untuk menikmati keindahan Danau Toba dan kekayaan budaya masyarakat Batak di Pulau Samosir.

Selain menyaksikan jejak warisan budaya dan sejarah Batak yang panjang, serta mendapatkan penjelasan tentang upaya pengembangan Danau Toba yang kini dijadikan salah satu lokasi baru pariwisata berkelanjutan Indonesia ini, keduanya juga dijadwalkan ke Kampus IT Del.

Selama di Institut Teknologi Del yang terletak di wilayah Desa Sitoluama, Kabupaten Toba Samosir, ini, Raja dan Ratu Belanda akan mendapatkan pemaparan tentang upaya perguruan tinggi itu mengembangkan pariwisata Danau Toba secara berkelanjutan.

Dari Kampus IT Del, perguruan tinggi daerah yang berkomitmen kuat dalam memerangi bahaya penangkapan ikan secara berlebihan di Danau Toba dan pencemaran air danau yang terbentuk akibat mega-erupsi itu, Raja dan Ratu Belanda berkesempatan mengunjungi Pulau Samosir.

Di pulau yang terletak di tengah danau terbesar di Indonesia itu, Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima akan mampir di Silima Lombu, desa ramah lingkungan di mana para petaninya mendukung pengembangan industri pariwisata berkelanjutan dan pertanian organik.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Beli IKAN REBUS (Lauk Pauk Kesukaan Orang Sumut) di Pekan Nagojor Jawamaraja



Sumber: antara
loading...

No comments

Powered by Blogger.