Header Ads

Taksi Konvensional Tetap Bertahan di Bandara Kualanamu

WARTAGAS - Meskipun taksi berbasis online Grab Car dan Gojek Go Car dan Rent Car Golden Bird kini ikut beroperasi melayani penumpang di Kualanamu International Airport (KNIA) Deliserdang, tapi taksi argometer yang konvensional masih tetap bertahan. Bahkan, pihak PT Angkasa Pura II memprioritaskan menyediakan lapak bagi taksi airport yang konvensional itu parkir di badan jalan keluar Bandara Kualanamu menunggu penumpang.

Taksi Konvensional Tetap Bertahan di Bandara Kualanamu
ilustrasi

Taksi berbasis online seperti GrabCar yang diresmikan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Gojek serta Rent Car Golden Bird parkir di badan jalan hanya saat menjemput dan mengantar penumpangnya. Namun, pihak PT Angkasa Pura II membuat konter taksi online dan rent car ini dilengkapi plank bertuliskan tanda penjemputan penumpangnya di pinggir jalan keluar airport itu.

Menurut pantauan SIB, konter Rent Car Golden Bird itu lokasinya paling terdepan di dekat pintu keluar kedatangan penumpang Bandara Kualanamu. Sementara konter taksi yang konvensional tempatnya paling belakang perss dekat lapak parkir premium yang dikelola PT Angkasa Pura Solusi (APS) sekali masuk non tunai bayar Rp 50.000. Pengusaha taksi, Grab Car tampak juga menyediakan ruangan lounge dilengkapi dengan kursi yang mewah lokasinya, persis dekat KFC di area luar kedatangan. Ruangan lounge ini diperuntukkan khusus tempat bagi penumpang beristirahat.

Pantauan SIB, taksi airport Pemadumoda yang bertahan hingga saat ini hanya tinggal dua perusahaan yakni taksi merek Blue Bird dan Abadi. Saat ini taksi yang beroperasi melayani penumpangnya itu tinggal berjumlah 120 amada (90 Blue Bird dan 30 Abadi).

Sejak Bandara Kualanamu beroperasi menggantikan Polonia Medan 13 Juli 2013 taksi airport itu melayani penumpang mencapai berjumlah 285 unit dengan taksi merek Puskopau TNI Lanud Medan, Kokapura II, Nice Trans, Karsa (Abadi), Blue Bird dan Matra. Saat itu taksi yang berjumlah ratusan itu dikelola PT RBM. Kemudian taksi itu dikelola Koperasi Karyawan Angkasa Pura (Kokapura) II.

Saat PT RBM dan Kokapura II mengelola taksi itu menerapkan dengan sistem nomor antrean atau giliran bagi sopir taksi yang bergerak membawa penumpangnya. Namun saat taksi dikelola PT Medan Bus pihak PT Angkasa Pura II memasang pengumuman di meja konter pengelola taksi airport yang dijaga petugasnya itu bertuliskan "Silahkan Pilih Sesuai Keinginan Anda".

Para penumpang sepanjang hari tampaknya lebih banyak memilih taksi Blue Bird ketimbang taksi merek Abadi berangkat ke tempat tujuannya.

PT Medan Bus mengelola taksi konvensional di Kualanamu itu terhitung mulai 1 September 2019 lalu.

Khusus menyangkut 18 armada baru Kokapura II untuk peremajaan taksi di airport pengganti Polonia Medan itu, menurut ketua Koperasi Karyawan Angkasa Pura II Muslim Harahap, belum bisa beroperasi akibat terhambat izin karena Pergub No 38 tahun 2012 membuat pembatasan taksi harus kendaraan sedan.

Sumber: hariansib
loading...

No comments

Powered by Blogger.