Header Ads

Warga Mandailing Sumatera Utara Terima Kasih kepada BPS Pusat

WARTAGAS.COM - Warga Mandailing di Sumatera Utara menyampaikan terima kasihnya kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat yang langsung merespon cepat permintaan Koalisi Masyarakat Mandailing Peduli Identitas Sumatera Utara.

Warga Mandailing Sumatera Utara Terima Kasih kepada BPS Pusat
H Syahrir Nasution SE, Wakil Ketua Himpunan Keluarga Besar Mandailing (HIKMA) Sumatera Utara.(ANTARA/Imam Fauzi)

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Himpunan Keluarga Besar Mandailing (HIKMA) Sumatera Utara H Syahrir Nasution SE MM, di Binjai, Senin.

Selain terima kasih, kita juga akan mengusahakan payung hukumnya dari BPS Pusat untuk legalistiknya demi masa depan anak cucu masyarakat Mandailing, katanya.

Ia juga menjelaskan momentum itu sudah tepat keputusan pihak BPS dalam hal Sensus Penduduk Online 2020 tentang Etnis Mandailing, sudah berlaku secara Nasional.

Maka untuk itu berbagai sosialisasi harus dapat dilakukan ada berbagai diantaranya menggunakan media sosial yang sama-sama ada di tangan kita, langkah kedua secara perorangan sosialisasi lewat spanduk, memanfaatkan media Online untuk menyebarluaskan informasi terbaru ini secara nasional dengan mengundang pakar terutama antropologi yang menguasai ke Mandailingan.

Selain itu para ustadz orang Mandailing diharap bantuannya dalam khutbah Jumat mensosialisasikan etnis Mandailing etnis Tunggal tidak terkait dengan etnis dan Sub etnis lain, katanya.

Syahrir menyamaikan horas..horas..horas..salumpat saindege sapangambe sapanaili dongan martata dongan tangis rap tuginjang rap tu toru songon siara Sampagul.


BPS: Sebutan Batak Mandailing sudah diganti dengan Mandailing

Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencantumkan Mandailing sebagai nama suku di dalam Sensus Penduduk 2020.

Kepala BPS RI, Dr. Suhariyanto. (ANTARA/HO)

n

Itu diungkapkan Kepala BPS RI, Dr. Suhariyanto, saat menjawab wartawan via aplikasi WhatsApp, Kamis (13/02).

Pencantuman nama Mandailing ini merupakan perubahan dari sebutan "Batak Mandailing" yang terlanjur dicantumkan dalam kolom nama suku di Sensus Penduduk tahun 2010 untuk kawasan Sumatera Utara.

Sebelumnya, pemuka pemuka etnis Mandailing di Sumatera Utara meminta pemerintah melalui BPS RI untuk menukar sebutan "Batak Mandailing" yang terlanjur dicantumkan di SP2010 menjadi "Mandailing" saja di SP2020 dalam kolom nama etnis.

BPS: Sebutan Batak Mandailing sudah diganti dengan Mandailing
Penukaran sebutan Batak Mandailing menjadi Mandailing pada kolom nama etnis yang dicantumkan di SP2020. (ANTARA/HO)

Permintaan pemuka pemuka etnis Mandailing itu dituangkan dalam Surat Penolakan tanggal 11 Pebruari 2020 ditujukan kepada BPS RI.

"Kami menegaskan bahwa pelabelan Batak Mandailing yang menimbulkan persepsi bahwa Mandailing merupakan sub-etnis Batak dengan istilah Batak Mandailing adalah sebuah kekeliruan yang fatal dalam memahami sejarah, identitas dan budaya orang Mandailing," demikian bunyi salah satu poin di surat penolakan itu.

Kepala BPS RI, Dr. Suhariyanto menyatakan bahwa untuk SP2020 ini sebutan Mandailing telah menggantikan sebutan Batak Mandailing.

Perubahan itu berdasar hasil diskusi BPS dengan pihak LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

"Saya sudah menerima info tersebut dan sudah mendiskusikan dengan LIPI. Daftar suku SP2020 sudah diperbaiki. Yang muncul adalah Mandailing," kata Suhariyanto.

Dia juga menyatakan terimakasih kepada pemuka pemuka etnis Mandailing atas masukan yang disampaikan kepada BPS.

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
PASAR (PAJAK) HORAS Pematangsiantar Nauli



Sumber: Antara


loading...

No comments

Powered by Blogger.