Header Ads

WHO: Kesalahan Fatal Jika Ada Negara Mengira Bisa Bebas Virus Corona

WARTAGAS, JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa akan menjadi kesalahan fatal bagi negara manapun untuk beranggapan tidak akan terkena virus corona. WHO mengimbau negara-negara bertindak agresif untuk mencegah wabah ini sebelum terlambat.

WHO: Kesalahan Fatal Jika Ada Negara Mengira Bisa Bebas Virus Corona
Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: detikcom/hariansib)

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (28/2), Direktur Jenderal (Dirjen) WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam pernyataan terbaru menyatakan bahwa negara-negara kaya yang berpikir mereka aman dari virus ini, seharusnya memperkirakan adanya kejutan.

"Tidak ada negara yang seharusnya beranggapan tidak akan mendapatkan kasus-kasus (virus corona-red), itu akan menjadi sebuah kesalahan fatal, secara harfiah," tegas Tedros memperingatkan. "Dan saya bahkan mengatakan jika Anda melihat Italia, negara anggota G7, itu sungguh sebuah kejutan. Jadi bahkan banyak negara maju lainnya yang melihat kejutan, seharusnya memperkirakan beberapa kejutan," imbuhnya.

WHO menetapkan wabah virus corona sebagai 'darurat internasional' pada 30 Januari lalu dan mendorong negara-negara untuk mulai melakukan pemeriksaan, mempersiapkan bangsal karantina dan kampanye pendidikan publik. "Virus ini memiliki potensi pandemi," tegasnya. "Ini bukan saatnya untuk takut. Inilah saatnya untuk mengambil tindakan untuk mencegah penularan dan menyelamatkan banyak nyawa," kata Tedros.

Lebih lanjut, Tedros menyebut wabah virus corona yang melonjak drastis telah berada pada 'titik yang menentukan'. Kebanyakan kasus virus corona di tiga negara itu berada di level penularan kelompok (cluster) dengan beberapa kasus dipicu penyebaran dalam masyarakat, namun belum sampai pada tahap penyebaran dalam masyarakat secara berkelanjutan.

"Kita berada di titik yang menentukan. Jika Anda bertindak agresif sekarang, Anda bisa mengatasi virus ini, Anda bisa mencegah orang-orang sakit, Anda bisa menyelamatkan banyak nyawa," imbau Tedros dalam konferensi pers terbaru di Jenewa, Swiss.

WHO mengeluarkan peringatan pada saat jumlah kasus virus corona di wilayah Italia kembali mengalami lonjakan, dengan sejauh ini mencapai 655 kasus. Sedikitnya 17 orang meninggal dunia akibat virus corona di wilayah Italia.

Dengan jumlah tersebut, Italia kini menjadi pusat wabah virus corona di kawasan Eropa. Diketahui bahwa negara-negara Eropa lainnya, seperti Jerman memiliki 45 kasus virus corona, Prancis dengan 38 kasus dan Spanyol dengan 25 kasus.

BACA JUGA: Menkes: Berkat Ketahanan Kesehatan Nasional Indonesia Tak Kena Virus Corona


Dilaporkan Sakit
Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus terpaksa batal tampil pada acara Misa di Roma seperti yang direncanakan karena “sedikit sakit”. Hal itu dilaporkan New York Post mengutip pernyataan dari Vatikan, di saat virus corona tengah mengganas di Italia.

Misa yang digelar pada Kamis, 26 Februari 2020 itu seharusnya menjadi penanda dimulainya masa prapaskah, tetapi paus lebih memilih tetap berada di hotel "dekat Santa Marta" di mana dia tinggal. Menurut para pejabat, Paus akan segera melanjutkan tugasnya yang lain.

Perkembangan itu terjadi hanya sehari setelah Paus Francis memberikan dukungannya bagi para penderita virus corona selama Misa Rabu Abu, di mana dia sudah terlihat batuk dan menghembus melalui hidungnya.

"Saya ingin, sekali lagi, untuk mengungkapkan kedekatan saya dengan mereka yang sakit karena virus korona dan kepada petugas kesehatan yang merawat mereka," kata Paus saat Audiensi Umum di Lapangan Santo Petrus.

Menurut laporan, selama pertemuan itu Paus tidak bertemu dengan orang yang menderita virus korona. Vatikan berada di dalam Kota Roma, Italia, yang merupakan salah satu negara terdampak paling parah oleh virus corona.

Batalkan Salat Jumat
Otoritas Iran memutuskan untuk membatalkan salat Jumat di puluhan kota, termasuk ibu kota Teheran. Pembatalan ini diumumkan di tengah semakin merebaknya wabah virus corona di negara tersebut.Dewan Pembuat Kebijakan Salat Jumat Iran dalam pernyataannya mengumumkan pembatalan salat Jumat di sedikitnya 23 kota, termasuk Teheran, Qom -- yang menjadi pusat wabah virus corona, Mashhad dan sejumlah wilayah lainnya.

Disebutkan Dewan Pembuat Kebijakan bahwa ibadah salat Jumat tidak akan digelar di beberapa kota yang telah ditetapkan sebagai 'titik-titik' sensitif oleh para Gubernur dan dekan universitas medis setempat melalui pernyataan-pernyataan tertulis.

Diketahui bahwa wabah virus corona di Iran semakin merajalela. Kota Qom, yang menjadi tujuan para peziarah muslim dari berbagai dunia, disebut sebagai pusat penyebaran virus corona di negara ini. Sejauh ini, 26 orang dilaporkan telah meninggal akibat virus corona di Iran. Negara itu telah melaporkan ratusan kasus terkonfirmasi coronavirus. (Detikcom/okz/hariansib)
loading...

No comments

Powered by Blogger.