Header Ads

32 ODP dan 2 PDP Covid-19 di Cimahi, Wali Kota Ajay M Priatna Ajak Warga Jalani Social Distancing

CIMAHI - Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna menyatakan, perkembangan terakhir kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 32 orang dan 2 warga Kota Cimahi masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait Covid-19.

32 ODP dan 2 PDP Covid-19 di Cimahi, Wali Kota Ajay M Priatna Ajak Warga Jalani Social Distancing
Penyemprotan disinfektan di Puskesmas Cimahi Selatan Jalan Baros Kota Cimahi.* (Foto: Pikiran-rakyat.com /RIRIN NUR FEBRIANI)

"Sebanyak 26 orang sudah selesai menjalani masa pemantauan kondisi kesehatan selama 14 hari dan dinyatakan sehat, sisanya masih kita pantau. Untuk kasus PDP, mudah-mudahan negatif juga dan kita awasi terus," ujarnya, di gedung A Kompleks Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Kamis 19 Maret 2020.

ODP adalah orang yang memiliki riwayat bepergian dari daerah atau negara terpapar virus corona atau pernah berinteraksi dengan pasien positif virus tersebut namun belum mengalami sakit. Sebagai pencegahan, ODP harus menjalani masa pemantauan selama 14 hari.

Selain itu, PDP mengalami gejala seperti batuk, flu, demam tinggi hingga sakit sesak nafas namum belum masuk kategori suspect.

"Masih nunggu hasil lab-nya," ucapnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat menerapkan social distancing.

"Untuk social distancing terus kita sosialisasikan kepada masyarakat, terutama yang punya anak-anak pelajar dan lansia karena mereka rentan terpapar virus," katanya.

Ajay menekankan pentingnya masyarakat melakukan Social Distancing.

"Kenapa harus Social Distancing, kenapa harus 14 Hari? Pemerintah mengikuti rekomendasi World Health Organization (WHO) untuk mengurangi interaksi dengan orang lain selama 14 hari. Selama rentang waktu itu, masa gejala penyakit corona muncul Hal ini perlu disertai dengan tindakan kepatuhan oleh seluruh masyarakat. Sehingga 14 hari ini dapat menyelamatkan ribuan jiwa karena kita bisa saling pantau dan tidak saling menularkan," jelasnya

Diakui Ajay, Pemkot Cimahi memang belum menerbitkan edaran soal Social Distancing.

"Namun, salah satunya dengan adanya libur di beberapa sektor seperti pendidikan. lni bukan hanya sekedar libur, tapi lakukan social distancing. Jangan sampai malah digunakan untuk arisan, nongkrong, dan lain-lain. Kita perlu bersama hentikan mata rantai penyebaran Covid-19," tuturnya.

Pemkot Cimahi juga tengah membahas kemungkinan ASN bekerja dari rumah (Work From Home/WFH). Pelayanan publik sebagian besar sudah beralih ke sistem daring.

"Jujur, pelayanan publik di pemkot menimbulkan kekhawatiran. Misal di Disdukcapil sehari bisa sampai 500 orang. Makanya sekarang geser pelayanan online para petugas bisa lega sedikit, namun kita tetap jalankan mekanisme pelayanan," ujarnya.

Sejumlah daerah sudah menerapkan WFH bagi jajaran ASN.

"Kita memikirkan membatasi jumlah pekerja di kantor, sedang kita rapatkan karena ternyata beberapa daerah sudah menerapkan. Karena kekhawatiran itu tidak dirasakan orang lain tapi oleh mereka yang bekerja menghadapi masyarakat. Mudah-mudahan, jangan sampai muncul kasus ASN Pemkot Cimahi dan warga Cimahi seluruhnya," tandasnya.***

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Potret Kota Cimahi dari Bukit Perumahan Lembah Teratai




Sumber: pikiran-rakyat
loading...

No comments

Powered by Blogger.