Header Ads

Baru Lahir ke Dunia, Seorang Bayi di Rumah Sakit London Sudah Positif Virus Corona

LONDON - Seorang bayi yang baru lahir di London, Inggris dilaporkan telah didiagnosis positif terinfeksi virus corona baru (COVID-19 ).

ILUSTRASI COVID-19, Corona.* /PIXABAY

Hal tersebut menjadikan sang bayi sebagai pasein termuda yang terinfeksi COVID-19.

Menurut kabar yang beredar, ibu dari sang anak dilarikan ke Rumah Sakit Middlesex Utara di wilayah Enfield, London dengan dugaan telah menderita pneumonia beberapa hari sebelumnya.

Diketahui, sang ibu baru didiagnosis terinfeksi COVID-19 setelah dirinya melahirkan.

Dikutip dari laman Metro, dokter telah melakukan tes COVID-19 pada sang bayi beberapa menit setelah dilahirkan.

Para dokter yang menangani bayi tersebut belum mengetahui pasti kapan dan bagaimana sang bayi bisa terinfeksi.

Beberapa spekulasi mengatakan, sang bayi tertular saat masih di dalam rahim atau selama proses kelahiran.

Saat ini, ibu dari bayi tersebut tengah menjalani perawatan di fasilitas spesialis penanganan wabah COVID-19 di London.

Sementara itu, sang bayi dirawat terpisah di rumah sakit lain di London.

Seorang sumber dari rumah sakit yang menangani proses kelahiran bayi tersebut memberi imbauan agar staf yang berinteraksi dengan sang ibu dan bayinya segera melakukan isolasi.

"Staf yang melakukan kontak dengan kedua pasien telah disarankan untuk melakukan isolasi sendiri," ujarnya kepada The Sun.

Sebelumnya, Departemen Kesehatan Inggris mengatakan, wanita hamil dan bayi memiliki risiko yang lebih rendah terinfeksi COVID-19.

Hingga saat ini, Pemerintah Inggris telah mengonfirmasi kasus COVID-19 yang semakin melonjak.

Pasalnya, dari jumlah yang hanya mencatat 208 kasus, pekan ini, COVID-19 mencapai hingga angka 798 di Inggris.

Jumlah kematian di Inggris yang disebabkan oleh COVID-19 juga meningkat yaitu menjadi 11 orang dan pasien yang sembuh berada di angka 18.

Dikutip dari laman Mirror, pada Kamis, 12 Maret 2020 kemarin, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengimbau orang yang merasa memiliki gejala COVID-19 agar segera melakukan isolasi diri di rumahnya masing-masing selama tujuh hari.

Johnson menambahkan, untuk masyarakat yang sudah melakukan kontak dengan orang yang sudah didiagnosis terinfeksi COVID-19, mereka harus melakukan isolasi diri selama 14 hari.

Sampai saat ini, virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut telah membuat beberapa negara yang terinfeksi melakukan karantina.

Di luar Tiongkok, Italia sudah melakukan karantina yang sangat ketat, mereka tidak memberi izin terhadap orang yang ingin keluar ataupun berkunjung ke Italia.

Negara-negara lainnya seperti Spanyol dan Amerika Serikat memberlakukan pembatasan perjalanan saat masa karantina.

Sementara itu, di Irlandia, pemerintah sudah menutup sekolah-sekolah agar meminimalisir penyebaran COVID-19.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Seru Lihat BUS - TRUK saat Keluar dan Masuk Kapal Penyeberangan di Pelabuhan Merak Banten Malam Hari




Sumber: Pikiran-rakyat
loading...

No comments

Powered by Blogger.