Header Ads

Dijatuhi Hukuman Mati, Bos Mafia di Tiongkok Berpenampilan bak Tim Medis karena Takut Terinfeksi Corona

WARTAGAS - Seorang Mafia di Tiongkok mengenakan jas hazmat lengkap beserta kacamata dan maskernya saat menghadiri persidangan keduanya.

Huang Hofang Bos Mafia yang dijatuhi hukuman mati /Tangkap Gambar via The Sun

Huang Hongfa, seorang bos Triad Ruthless bersama dengan anak buahnya muncul di persidangan dengan pakaian hazmat lengkap di Provinsi Hainan, saat ia akhirnya dijatuhi hukuman mati.

Para hakim mendengar dakwaan yang diberikan kepada Hongfa yang merupakan seorang pemimpin mafia dengan 200 orang pengikut yang menyebarkan teror selama beberapa dekade di seluruh bagian Tiongkok.

Sebelumnya, Hongfa telah dinyatakan bersalah atas 17 dakwaan, termasuk di dalamnya memimpin organisasi yang memiliki sifat gangland, penyerangan, dan penyuapan.

Dikabarkan The Sun, hukuman mati Hongfa sebelumya ditahan oleh pengadilan setelah ajuan banding hukum namun ditolak oleh hakim.

Bos mafia ini memutuskan untuk memakai pakaian hazmat lengkap setelah mendengar kabar ratusan tahanan di Tiongkok terinfeksi virus di balik jeruji.

Dengan pakaian pelindung serupa anggota utama lainnya dari geng tersebut telah menerima hukuman penjara yang panjang.

Setidaknya 2 orang tewas dan lebih dari 20 lainnya cedera akibat aksi dari organisasi tersbut selama 30 tahun terakhir.

Huang Hongfa dan rekan kriminal utamanya, ditangkap dalam serangan polisi besar-besaran hingga melibatkan lebih dari 1.210 petugas dan 300 mobil petugas pada Januari 2019 lalu.

Polisi juga telah menyita aset berharga lebih dari 270 juta Poundsterling atau setara dengan lebih dari Rp 5 triliun.

Organisasi yang dipimpin oleh Hongfa ini juga diduga merekrut anggota untuk perjudian ilegal hingga menyuap pejabat untuk menutupi kejahatan mereka.

Kepala polisi Changjiang dan dua deputinya, satu perwira polisi senior, satu anggota parlemen dan satu wakil kepala Biro Urusan Air setempat termasuk di antara para pemimpin yang disuap oleh mereka.

Kelompok kriminal Hongfa ini sebagian besar terdiri dari anggota keluarganya dan juga kerabat dekat dari klan Huang.

Geng bawah tanah Hongfa sebagian besar dibentuk oleh anggota keluarganya serta kerabat dekat dari klan Huang.

Organisasi kriminal ini awalnya dipimpin oleh sang ayah Huang Yingxiang, yang merupakan pejabat setempat dan memiliki pengaruh di antara penduduk setempat.

Pada tahun 1990, organisasi menjadi terkenal setelah saudari Hongfa, Huang Hongming mengumpulkan tim untuk membunuh satu penduduk dan secara serius melukai yang lain.

Namun Hongmin berhasil lolos dari hukuman karena kekuatan politik dari sang ayah.

Huang Hongfa memperoleh kekuasaan setelah memimpin pengikutnya untuk menyerang dan melukai orang lain demi mendapatkan monopoli kasino ilegal di wilayah tersebut pada tahun 1995.

Pengadilan Tinggi Rakyat Hainan ini merupakan persidangan kedua setelah 82 pembelaan termasuk banding terhadap keputusan pengadilan pada sidang pertama bulan Januari 2020 lalu.

Pengadilan memutuskan untuk mendukung putusan sebelumnya dan menjatuhkan hukuman mati kepada Hongfa.

Hukuman untuk keempat kaki tangan utama Hongfa pun tidak berubah yang merupakan saudara serta ayahnya.

Huang Hongming dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan hukuman dua tahun.

Sedangkan sang ayah Huang Yinxiang dan saudaranya Hongjin masing-masing dipenjara selama 25 tahun.

Hukuman mati yang diberlakukan oleh Tiongkok secara tradisional menggunakan regu tembak sebagai metode standar eksekusi bagi mereka yang dihukum.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, telah mengadopsi suntikan mati sebagai metode eksekusi yang disukai, meskipun eksekusi oleh regu tembak masih dapat diberlakukan.*

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Menikmati Pesona Keindahan Pantai Kukup Yogyakarta - Family Gathering STIKES Borromeus




Sumber: pikiran-rakyat
loading...

No comments

Powered by Blogger.