Header Ads

Edy Rahmayadi: April akan Diumumkan Danau Toba Jadi Taman Bumi Dunia

MEDAN - Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengajak semua pihak untuk segera membenahi kawasan Danau Toba. Sebab pada April 2020 di Paris, Prancis akan diumumkan Danau Toba menjadi Taman Bumi Dunia, masuk menjadi anggota Unesco Global Geopark dan September 2020 akan menerima sertifikat di Jeju, Korea Selatan.

Edy Rahmayadi: April akan Diumumkan Danau Toba Jadi Taman Bumi Dunia
Ketua Umum DPP Komite Masyarakat Danau Toba Edison Manurung bersama Staf Ahli Menteri Sosial RI Dr Soni Manalu (keduanya pakai ulos), Ketua DPD KMDT Sumut Dr Jonius Taripar Hutabarat MSi, Kepala badan Kesbang Pol Linmas Sumut Anthony Siahaan (mewakili Gubernur Sumut), Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani dan lainnya hadir pada silaturahmi DPD KMDT Sumut dengan Gubernur Sumut, Rabu (11/3) di Aula Raja Inal Siregar Lt 1 kantor Gubernur Sumut, jalan P Diponegoro, Medan.

Hal itu disampaikan gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Kesbangpol Sumut Anthony Siahaan dalam silaturahmi Gubernur Sumut dengan Dewan Pengurus Komite Masyarakat Danau Toba (DPP-KMDT) di Aula RIS, Lantai 2 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Rabu (11/3).

Hadir dalam acara itu, staf ahli Mensos RI Dr Soni Manalu mewakili Mensos RI Juliari P Batubara, Ketua Umum DPP KMDT St. Edison Manurung SH MM, Ketua KMDT Sumut Jonius Taripar Hutabarat, Anton Panggabean SE MM (Wapemred III Harian SIB), Wakil Ketua DPRDSU Rahmansyah Sibarani, Kepala DLH Sumut Binsar Situmorang, Pdt Dr Eben Siagian (PGI Wil. Sumut), Jadi Pane SPd, Mangindar Simbolon (Dewan Pakar) dan lainnya.

Gubernur mengatakan, Danau Toba sebagai destinasi pariwisata bertaraf internasional berbasis geopark, maka perlu kerjasama semua pihak baik pemerintah, pelaku usaha dan terlebih masyarakat itu sendiri. Sebab secara deliniasi kawasan Geopark Kaldera Toba dengan 7 kabupaten dan 16 geosite, sangat potensial apabila dikelola melalui pendekatan geowisata dengan pengelolaan terpadu dan berkelanjutan dalam suatu manajemen yang disebutkan Taman Bumi (Geopark) yang memiliki nilai warisan geologi dunia.

Dikatakannya, kawasan Danau Toba sebagai kawasan strategis pariwisata nasional dan icon pariwisata Sumut memiliki keindahan kekayaan alam yang luar biasa, baik geo diversity, bio diversity maupun culture diversitynya. Kesiapan pembangunan pariwisata itu harus ditindaklanjuti dengan kerjasama terpadu dan menyeluruh dengan semua pihak, khususnya pemerintah pusat, provinsi Sumut dan daerah kabupaten se-kawasan Danau Toba dengan melibatkan institusi terkait, komunitas seperti KMDT dan lainnya. Sehingga pembangunan kawasan Danau Toba ini berdampak pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Sumut.

Sementara staf ahli Mensos RI Dr Soni Manalu mengatakan, untuk menjadikan kawasan wisata menjadi favorit bukan pada pemerintahnya tapi masyarakat. Pemerintah itu hanya fasilitator dan sehebat apapun program serta kebijakannya, kalau bukan masyarakat lokalnya yang terdepan melaksanakannya, maka program pemerintah itu semua akan sia-sia.

Dia juga berharap adat istiadat dan budaya di kawasan Danau Toba bisa dijadikan menjadi salah satu objek wisata mendunia. Karena Bali dan Toraja dalam tradisi pembakaran dan pemakaman jenazah di tebing bisa menjadi andalan untuk mendongkrak kunjungan pariwisatanya. Pemerintah daerah di Sumut, juga harus memampangkan sejarah Danau Toba di setiap hotel serta mempersiapkan masyarakat lokal ramah wisata. "Karena itu yang sudah dilakukan Provinsi Bali selama ini, makanya mereka berhasil menjadi icon wisata dunia. Karenanya, KMDT ini kita harapkan bisa menjadi penyambung lidah antara pemerintah dan masyarakat," paparnya.

Ketika masyarakat, lanjut dia, ada yang kurang menerima program yang ditawarkan pemerintah untuk membangun pariwisata di kawasan Danau Toba, maka KMDT harus mampu menjadi jembatan dan perekat keduanya. "Kalau itu tak bisa maka KMDT ini hanya rangkaian tanpa makna," katanya.

Menanggapi itu, Ketua KMDT Sumut Jonius Taripar Hutabarat menyampaikan kesiapannya menjadikan KMDT penyambung dan perekat pemerintah dengan masyarakat di sekitar Danau Toba. "Apalagi Presiden Jokowi memberikan perhatian cukup luar biasa untuk Danau Toba, supaya Danau Toba bisa menjadi tujuan wisata dunia. Untuk menyukseskan program itu, kita KMDT akan siap menjadi penyambung lidah pemerintah dengan masyarakat lokal, sehingga program ini sukses di lapangan," katanya.

Sedangkan Ketua Umum DPP KMDT St Edison Manurung SH MM mengatakan, DPP KMDT bersama Kemensos RI dan Gubernur Sumut akan membuat acara Pegelaran Seni dan Budaya "Se Malam di Danau Toba" di Gedung Bakti Kemensos RI, Jumat, 3 April 2020. Acara akan dihadiri Kementerian terkait Pembangunan Danau Toba, Gubernur Sumut, Gubernur DKI, Bupati se-kawasan Danau Toba, anggota MPR RI, DPR RI, DPD RI dari Sumut, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya. "Semoga acara silaturahmi ini dapat menumbuhkan kecintaan dan kepedulian dengan kawasan Danau Toba bagi masyarakat Sumut," katanya mengakhiri.

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Lagu Batak Marmasak Sandiri (Marsada Band) - Artis (Pengamen) Cilik Danau Toba



Sumber: hariansib.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.