Header Ads

Ini Jawaban Pemerintah Kenapa Tak Terapkan Lockdown, dari Kesiapan hingga Dampak

WARTAGAS - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, menjelaskan alasan mengapa Indonesia tidak melakukan lockdown seperti negara-negara lain. Melalui podcast di kanal Youtube Deddy Corbuzier, Yuri memberikan jawaban.

Ini Jawaban Pemerintah Kenapa Tak Terapkan Lockdown, dari Kesiapan hingga Dampak
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto (foto: merdeka.com / Youtube : Deddy Corbuzie)

Menurutnya, metode lockdown bukanlah solusi tepat untuk menekan penyebaran virus corona di Indonesia. Lebih lanjut lagi, Yuri juga menjelaskan beberapa alasan utama Indonesia tidak menerapkan metode lockdown di tengah wabah virus corona ini.

Yuri menyebut, ada tiga alasan, di antaranya masalah geografis, kesiapan, dan dampak yang mungkin ditimbulkan.

Masalah Geografis
Menanggapi banyaknya permintaan untuk melakukan lockdown, Achmad Yurianto menjelaskan bahwa melakukan lockdown di wilayah Indonesia merupakan hal yang sulit. Sebab, Indonesia merupakan negara kepulauan.

"Kita tidak berbicara tentang bagaimana me-lockdown pada situasi yang sekarang ini. Karena terus terang, satu, tidak mudah melakukan lockdown di wilayah mana pun di Indonesia. Ini negara gugus kepulauan," jelas Yuri saat ditanya Deddy Corbuzier di video terbarunya.

"Kemudian yang kedua, juga apakah kemudian mampu kita meyakini bahwa daerah yang di-lockdown itu mampu mandiri. Apa tidak ini malah membuat permasalah menjadi rumit? Menjadi kusut? Apakah betul diyakini bisa menghentikan penularan dengan lockdown?" ungkap Achmad Yurianto dilansir dari Kapanlagi.com.


Situasi dan Kondisi yang Berbeda
Lebih jelas lagi, Yurianto menegaskan bahwa lockdown bukan merupakan tren yang harus diikuti, melainkan urusan manajemen. Karena setiap negara memiliki situasi dan kondisi yang berbeda-beda, sehingga metode yang sukses di suatu negara belum tentu cocok untuk diterapkan oleh negara lain.

"Bukan sebuah pilihan yang terbaik, kalau kita akan berbicara tentang lockdown. Oleh karena itu, sebenarnya sulit untuk kita menempatkan bahwa, 'kita mestinya harus lockdown dan seperti yang lain'. Ini masalah manajemen, tidak bisa nge-tren kan. Sana tren-nya setelah ini, ini. Kalau kita juga belum tentu, kondisinya tidak sama kan. Beda betul. Disparitasnya juga beda," tutur Yuri.


Bukan Metode yang Tepat
Melihat kondisi Indonesia, Yuri mengungkapkan pernyataan setujunya dengan keputusan yang diambil oleh presiden untuk membatasi pertemuan dengan banyak orang dibandingkan lockdown.

Lewat podcast tersebut, Achmad Yurianto juga menekankan bahwa kebijakan yang dimaksud bukan berarti mengurangi produktivitas.

"Oleh karena itu, benar bahwa pilihan yang terbaik [adalah] apa yang disampaikan oleh presiden tadi. Kita batasi kemungkinan untuk bertemu dengan banyak orang dalam situasi yang sangat dekat. Tetapi, bukan tanpa produktivitas. Sehingga presiden beberapa kali mengatakan bekerja dari rumah, belajar di rumah, ibadah di rumah. Bukan berarti libur!" tandas Achmad Yurianto.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
PATEN KALI Berenang Sambil Mengais Rejeki di Danau Toba



Sumber: merdeka.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.