Header Ads

Ini Kriteria Warga Jawa Barat yang Boleh Ikut Tes Corona Massal, Ridwan Kamil: Alat Tes Terbatas

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan, tes massal corona tidak dilakukan bagi seluruh Jawa Barat (Jabar).

Ini Kriteria Warga Jawa Barat yang Boleh Ikut Tes Corona Massal, Ridwan Kamil: Alat Tes Terbatas
ILUSTRASI virus corona, COVID-19.* /PIXABAY

Alat tes yang terbatas mengharuskan dilakukannya penyaringan bagi warga yang diperkenankan menjalaninya.

"Ini bukan sensus yang harus diikuti seluruh warga. Di Korea Selatan yang paling baik pelaksanaan tes massalnya saja hanya dilakukan pada 200.000 orang dari total penduduk 45 juta jiwa, jadi memang selektif," kata Ridwan di sela kunjungannya ke Stadion Patriot Candrabhaga yang akan dijadikan lokasi tes, Minggu 22 Maret 2020.

Ridwan menyebutkan kelompok warga yang diprioritaskan menjalan tes ialah mereka yang telah ditetapkan sebagai Orang Dalam Pengawasan berikut 50 orang dalam radius interaksinya, kemudian 50 orang yang termasuk dalam radius interaksi Pasien Dalam Pengawasan, serta 50 orang yang termasuk dalam interaksi pasien positif.

Selain itu, orang-orang yang profesinya bersentuhan dengan banyak orang pun turut mendapat prioritas, semisal para tenaga medis, alim ulama yang terus melakukan sosialisasi kepada warga, dan yang lainnya.

"Kalau warga yang baru sekadar khawatir terinfeksi, tapi tidak masuk kriteria di atas, mohon pengertiannya untuk tidak memaksakan harus segera dites," katanya.

Pengetatan kriteria ini dilakukan mengingat keterbatasan alat tes. Tahap awal, dijanjikan sekitar 2.000 alat yang dipesan dari Korea Selatan akan tiba di Bandung pada Senin 23 Maret 2020.

Tes massal diharapkan bisa dilaksanakan secepatnya Selasa 24 Maret 2020 atau selambatnya Rabu 25 Maret 2020.

Agar tepat sasaran, warga yang akan menjalani tes harus terdaftar terlebih dahulu. Lalu saat tiba di lokasi tes, ada petugas yang melakukan verifikasi.

"Tidak boleh sembarangan orang, hanya yang masuk kriteria, sudah terdaftar, serta lolos verifikasi yang boleh ikut," katanya.

Perihal pendataan ini, Ridwan menyerahkannya kepada Dinas Kesehatan di masing-masing daerah. Dinkes juga yang nantinya melakukan prosedur tes sejak awal hingga akhir.

"Kabupaten Bekasi dan Karawang yang sama-sama akan menjalani tes di Kota Bekasi harap bisa maklum kalau porsi untuk Kota Bekasi lebih besar mengingat temuan kasus juga pasien positifnya memang lebih banyak," ucapnya.***


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
TAHU BULAT, Yang Tekenal di Bandung Bentuk Bulat Harga 500an - Kuliner Bandung




Sumber: pikiran-rakyat
loading...

No comments

Powered by Blogger.