Header Ads

Jualan Kosmetik Ilegal, Suami Istri di Samarinda Mengaku Gunakan Air Zam-Zam

WARTAGAS - Muhammad Azmi (24) dan Cintia Putri (24), pasangan suami istri yang tinggal di Jalan Perjuangan VII, Samarinda, Kalimantan Timur, meringkuk dalam penjara. Keduanya terlibat bisnis kosmetik ilegal yang dijual secara online dengan omzet hingga Rp6 juta. Modus yang digunakan pelaku adalah menjual kosmetik berbahan dasar air zam-zam.

Jualan Kosmetik Ilegal, Suami Istri di Samarinda Mengaku Gunakan Air Zam-Zam
Barang bukti penjualan kosmetik ilegal di Samarinda. ©2020 Merdeka.com

Bisnis ilegal itu terbongkar Selasa (3/3) lalu, setelah sehari sebelumnya polisi mengendus beredarnya produk kosmetik yang diduga tidak terdaftar Badan POM.

"Kami lidik ternyata benar. Pelakunya adalah pasangan suami istri, CP dan MA. Keduanya kami amankan di rumahnya," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Damus Asa, Samarinda, Kamis (5/3).

Damus menerangkan, di rumah pelaku petugas menemukan beragam produk kosmetik seperti lipstik, handbody hingga pemutih kulit. "Mereknya dibuat sendiri berlabel beauty skin. Pemasarannya melalui Instagram sudah berlangsung hingga 3 bulan ini. Pengakuannya masih dijual sebatas konsumen di Samarinda," ujar Damus.

Dari penyelidikan, terungkap kemasan botol berikut isi dari kosmetik tanpa label dikirim dari Jakarta dan kemudian diberi label Beauty Skin menggukan stiker dan hair dryer.

"Ada lima jenis kosmetik dan kami amankan semua barang bukti ada sekitar lima ribu botol. Kami sudah cek merek ini ke Badan POM, tidak ada merek Beauty Skin ini. Kami akan cek lebih jauh, soal dugaan kosmetik ini mengandung merkuri," ungkap Damus.

Dijelaskan Damus, kedua suami istri itu dijerat pasal 197 junto pasal 106 ayat 1 UU No 36/2009 tentang Kesehatan, dan atau pasal 62 ayat 1 junto pasal 9 ayat 1 huruf d UU No 08/1999 tentang Perlindungan Konsumen. "Ancaman 15 tahun penjara, dan denda Rp1,5 miliar," tegas Damus.

Muhammad mengaku bisnis dia tidak terdaftar di BPOM. "Jualan lewat Instagram saja, pastinya pembelinya dari kalangan perempuan muda. Pabriknya di Tangerang, dan penjualan masih di Samarinda saja. Paling mahal Rp79 ribu untuk Beauty Skin dan ada kandungan air zam-zam," klaim Muhammad.

Sumber: Merdeka
loading...

No comments

Powered by Blogger.