Header Ads

Kasus di Indonesia, Jasad Pasien Corona Dikremasi atau Dikuburkan? Ini Penjelasan dari Kantor Staf Presiden

WARTAGAS - Baru-baru ini Kantor Staf Presiden memosting tata cara mengurus jenazah yang meninggal akibat terjangkit virus corona.

Kasus di Indonesia, Jasad Pasien Corona Dikremasi atau Dikuburkan? Ini Penjelasan dari Kantor Staf Presiden
ILUSTRASI isolasi pasien corona.* (Foto: REUTERS / Pikiran-rakyat)

Kebanyakan negara yang juga banyak warganya meninggal akibat virus corona memberlakukan kebijakan mengkremasi jasad.

Lalu, apakah di Indonesia warga yang meninggal akibat virus corona dikremasi juga?

Pemerintah melalui Kantor Staf Presiden memosting tata cara mengurus jenazah yang meninggal akibat virus corona.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com, begini tahapan menurut postingan Instagram akun resmi Kantor Staf Presiden.

INFO pengurusan jenazah pasien virus Corona di Indonesia. Tangkap layar instagram kantorstafpresidenri
INFO pengurusan jenazah pasien virus Corona di Indonesia. Tangkap layar instagram kantorstafpresidenri

1. Petugas wajib kenakan Alat Perlindungan Diri (ADP) lengkap, seperti kacamata pelindung, masker, sarung tangan, dan yang lainnya.

2. Pastikan jenazah terbungkus seluruhnya dengan baik dan tidak menggunakan pembungkus yang sobek.

3. Jangan ada kebocoran cairan tubuh pada jenazah pasien virus corona, karena hal ini bisa menyebar dan terinfeksi ke orang-orang.

4. Memakai ADP bagi keluarga atau kerabat terdekat jika ingin mendekati dan melihat jenazah.

5. Jenazah tidak boleh dibalsem atau diawetkan.

6. Autopsi hanya dilakukan oleh petugas khusus yang sudah berpengalaman.

7. Diantarkan oleh mobil jenazah khusus.

8. Disemayamkan tidak lebih dari 4 jam.




Di Tiongkok Wajib Kremasi

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (NHC) mengumumkan seluruh korban meninggal karena virus corona harus dikremasi di fasilitas krematorium.

"Seluruh upacara pemakaman untuk korban juga dilarang," kata NHC.

Menurut panduan yang baru dikeluarkan NHC, semua korban meninggal virus corona harus segera dikremasi secepatnya.

Dikutip dari akun Twitter Global Times, mayat korban nCoV 2019 harus dikremasi secepatnya dan harus dikremasi di wilayah terdekat.

Kementerian Urusan Sipil Tiongkok sempat menyarankan agar memakamkan korban meninggal secepatnya. Hal ini dilakukan agar virus tak menyebar lebih jauh.

Namun kebijakan itu berubah. Pemerintah Tiongkok akhirnya melarang pemakaman, penguburan dan kegiatan lainnya yang melibatkan jenazah korban virus corona. Jenazah mereka harus dikremasi. Hal ini dilakukan untuk memperlambat penyebaran virus.***


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
PATEN KALI Berenang Sambil Mengais Rejeki di Danau Toba




Sumber: pikiran-rakyat
loading...

No comments

Powered by Blogger.