Header Ads

Kepulauan Mentawai Diguncang Gempa Magnitudo 5,2, BMKG Jelaskan Penyebabnya

WARTAGAS - Gempa bumi mengguncang Tuapejat, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Rabu (4/3/2020). Gempa tersebut berkekuatan magnitudo 5,2.

Kepulauan Mentawai Diguncang Gempa Magnitudo 5,2, BMKG Jelaskan Penyebabnya
Ilustrasi (Foto: Ist)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui situs resminya menyebutkan, pusat gempa berada di laut 173 Km Barat Daya Tuapejat. Kedalamannya 12 Km.

Sementara titik koordinatnya 3.58 Lintang Selatan (LS) - 99.44 Bujur Timur (BT). Dirasakan (Skala MMI): II Sipora Utara.

Gempa dipastikan tak berpotensi tsunami.


BMKG Jelaskan Penyebab Gempa Bumi di Mentawai

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan hasil pemutakhiran parameter gempa bumi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Rabu 4 Maret 2020 malam sekira pukul 20.36 WIB dengan Magnitudo M5,2 menjadi Magnitudo M4,9.

Diketahui episenter gempa terletak pada koordinat 3.48 LS dan 99.53 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 158 KM arah Selatan Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada kedalaman 30 KM.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia di zona subduksi Mentawai.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," kata Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam.

Lebih lanjut, dia menjelaskan dampak gempa bumi tersebut dirasakan warga di daerah Sipora Utara dengan skala II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 21.03 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"(Masyarakat) agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," katanya. (Okezone)
loading...

No comments

Powered by Blogger.