Header Ads

Kewaspadaan Terhadap Virus Corona, Pengawasan di Tambang Martabe Diperketat

TAPSEL - Pengawasan terhadap tamu yang berkunjung ke Tambang Emas Martabe diperketat. Kalau selama ini pengawasan lebih fokus terhadap identitas dan tujuan tamu berkunjung, kali ini kondisi kesehatan tamu juga dicek pascamerebaknya virus corona di Indonesia.

Proses pemeriksaan kesehatan terhadap tamu yang ingin berkunjung ke Tambang Emas Martabe pascamasuknya virus corona ke Indonesia. (ANTARA/Jason Gultom)

Tim Medis dari Tambang Martabe akan melakukan screeining (pemeriksaan) bagi setiap tamu tambang, termasuk juga kepada karyawan yang baru datang dari luar kota. Hal itu dilakukan untuk mendeteksi virus corona melalui kondisi kesehatan tubuh manusia.

Hal itu juga dilakukan Tambang Martabe ketika rombongan wartawan yang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Martabe.

Wartawan dan tim penguji yang datang dari Jakarta dan Medan harus melalui pemeriksaan kesehatan dengan mengukur suhu tubuh dan kesehatan, baru diperkenankan masuk ke tambang milik Astra Group itu.

Senior Manajer Tambang Emas Martabe, Katarina Siburian yang dikonfirmasi ANTARA, Minggu (8/3/2020) menyebutkan, sebelum corona dinyatakan masuk ke Indonesia pihak manajemen tambang juga sudah mengimbau agar seluruh karyawan menjaga kesehatan dan kebersihan.

Saat ini pengawasan terhadap tamu dan juga karyawan yang baru tiba dari luar daerah diperketat.

“Tim Medis dan klinik kita standby 24 jam untuk melakukan pengawasan dan pegecekan. Jadi selain pengecekan suhu tubuh, seluruh karyawan Martabe harus menginformasikan aktivitas & perjalanannya selama 14 hari terakhir, terutama jika melalui bandara. Kami juga diimbau untuk mengurangi travel (kunjungan) ke luar negeri jika tidak benar-benar dibutuhkan,” ungkapnya.

Semua tindakan yang dilakukan itu, kata Katarina, adalah tindakan preventif (pencegahan) untuk menjaga dari kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan. Walaupun jauh sebelumnya bahwa manajemen tambang begitu peduli terhadap kesehatan karyawannya.

Karena semua karyawan harus checkup (pemeriksaan menyeluruh) kesehatan setahun sekali, yang hasilnya dilaporkan ke manajemen. Dan kalau ada yang harus jadi perhatian, feedback (dampak baliknya) akan dikirimkan ke yang bersangkutan dan ditembuskan kepada atasan masing-masing, termasuk saran tindakan preventif (pencegahan) yang harus diambil oleh si karyawan.

“Khusus kebijakan mengenai kesadaran akan penyebaran virus corona ini, juga turun dari Group Astra yang ingin memastikan agar seluruh anak perusahaan Astra melakukan tindakan preventif di tempat kerja. Intinya perusahaan ingin menjaga karyawannya yang notabene memang aset perusahaan,” jelas Katarina.


Sumber: Antara
loading...

No comments

Powered by Blogger.