Header Ads

Lima Hari Kirim Sampel Tes Covid-19 Belum Dijawab Kemenkes, Gubernur Sulsel: Membuat Masyarakat Stres

WARTAGAS - Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah mennyatakan sentralisasi pengecekan kandungan virus corona dalam tubuh warganya, yang memakan waktu lama, bisa membuat stres.

Lima Hari Kirim Sampel Tes Covid-19 Belum Dijawab Kemenkes, Gubernur Sulsel: Membuat Masyarakat Stres
ilustrasi

Seperti yang ia alami. Kata dia, sudah lima hari ia menanti hasil tes Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai sampel yang dikirim.

Oleh karena tidak juga ada jawaban, Nurdin pun akan membenahi laboratorium, dan siap mengadakan alat tes virus corona sendiri di sana.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan, demikian dilansir Antara, akan menempatkan perangkat tes di di RS Pendidikan Unhas dan RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Beruntungnya, alat itu juga bisa dipakai untuk warga Indonesia timur lainnya, sehingga pemerintah daerah tidak perlu lagi mengirim sampel ke Jakarta.

Nurdin Abdullah menjelaskan, pihaknya menginstruksikan pengadaan alat untuk pemeriksaan sampel darah pasien dalam pengawasan virus corona itu.

Soalnya diakui Nurdin, terlalu lamban jika harus menunggu berhari-hari hanya untuk memeriksa sampel darah.

"Coba bayangin, ada empat sampel kita kirim, sudah hari kelima belum ada jawaban. Ini kan membuat masyarakat kita jadi stres. Nah kalau kita bisa mengecek sendiri, itu hitungan menit aja selesai," jelasnya.

Ia juga sudah menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Sulsel segera menghadap ke Menteri Kesehatan, untuk membicarakan mengenai izin alat tersebut. Apalagi, Sulsel ini adalah representasi dari Indonesia bagian timur.

"Saya udah minta Dinas Kesehatan segera menghadap Menkes supaya kita ditetapkan sebagai pemilik laboratorium yang bisa mendeteksi (Sampel Covid-19)," ujarnya.

Menurutnya, RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar dan RS Pendidikan Unhas memiliki tenaga kesehatan yang sudah teruji untuk mengelola alat uji sampel tersebut.

"Itu orang-orang sudah teruji semua. Kita cuma belum ada legitimasi dari Kementerian Kesehatan," ujarnya.***

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Menjemur Gabah Padi di Kampung Halaman




Sumber: Pikiran-Rakyat
loading...

No comments

Powered by Blogger.