Header Ads

Para Peneliti Memperingatkan Tiga Tanda Terinfeksi Virus Corona yang Harus Diwaspadai oleh Masyarakat

WARTAGAS - Para peneliti mengungkapkan bukti terbaru mengenai gejala virus corona dan mendukung adanya tindakan karatina 14 hari.

Para Peneliti Memperingatkan Tiga Tanda Terinfeksi Virus Corona yang Harus Diwaspadai oleh Masyarakat
ILUSTRASI. Peneliti mengenakan pakaian pelindung lengkap sebelum masuk ke dalam sebuah laboratorium di pusat pengendalian dan pencegahan di tengah merebaknya wabah virus Corona di Taiyuan, Provinsi Shanxi, Tiongkok, Jumat 14 Februari 2020.* /ANTARA

Dari hasil penelitian ditemukan bahwa orang yang tertular virus corona bebas dari gejala rata-rata selama lima hari.

Para ahli memperingatkan tiga tanda yang harus diwapadai oleh masyarakat.

Tanda-tanda gejala terkena virus corona adalah, batuk, suhu badan yang tinggi, dan sesak napas.

Namun, temuan baru ini juga menunjukkan bahwa rekan kerja, anggota keluarga, dan teman sekelas bisa berisiko tertular selama sebelum pembawa virus bahkan sadar mereka terinfeksi.

Biasanya orang-orang yang memiliki kontak dekat dengan pasien positif akan mulai mendapatkan gejala seminggu setelahnya.

Studi mengatakan bahwa orang yang terinfeksi mulai merasa tidak sehat dalam 12 hari, meskipun dalam kasus jarang periode inkubasi dapat bertahan lebih lama.

Dikutip dari Mirror, temuan mendukung yang dapat direkomendasikan saat ini adalah dengan mengisolasi mereka yang mungkin telah terpapar COVID-19 selama 14 hari.

Enam orang di Inggris telah meninggal dunia setelah tertular virus dan jumlah yang terinfeksi sudah mencapai 358 orang dengan total yang terus meningkat setiap harinya.

Seorang ahli epidemologi di Universitas John Hopskin AS, Profesor Senior, Justin Lesser mengatakan bahwa pengkarantinaan selama 14 hari dengan pemantauan yang aktif adalah rekomendasi yang tepat untuk saat ini.

"Berdasarkan analisis kami terhadap data yang tersedia untuk umum, rekomendasi saat ini yaitu 14 hari untuk pemantauan aktif atau karantina adalah masuk akal.

"Dengan periode itu beberapa kasus akan terlewatkan dalam jangka panjang," ujarnya .

Studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine, telah menganalisis 50 provinsi, wilayah dan negara di luar Wuhan, di mana virus pertama kali muncul.

Mereka juga meninjau laporan berita, surat kabar kesehatan masyarakat dan siaran pers untuk memperkirakan lamanya waktu dari paparan sampai timbulnya gejala.

Tim Amerika Serikat menemukan bahwa pada 181 kasus yang dikonfirmasi sebelum 24 Februari 2020 lalu, di mana 'jendela inkubasi' dapat diidentifikasi, waktu dari paparan hingga terjadinya gejala.

"Kebanyakan yang terlibat melakukan perjalanan ke atau dari Wuhan, Cina, kota di pusat epidemi, atau paparan terhadap individu yang pernah ke Hubei, provinsi di mana Wuhan adalah ibu kotanya," ujar mereka.

Hal ini memungkinkan mereka untuk memperkirakan periode rata-rata 5,1 hari. Pemahaman saat ini tentang hal tersebut terbatas.

"Virus corona manusia yang menyebabkan pilek memiliki masa inkubasi penyakit rata-rata sekitar tiga hari.

"Hampir semua (97,5 persen) pasien tempak mengalami gejala dalam 11,5 hari setelah infeksi.

"Perkiraan ini menyiratkan bahwa, di bawah asumsi konservatif, hanya 101 dari setiap 10.000 kasus akan mengembangkan gejala setelah 14 hari pemantauan aktif atau karantina, yang mendukung rekomendasi CDC saat ini," tutur Profesor Lessler.

Seperti yang diketahui, Pusat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyarankan untuk pemantauan secara aktif selama 14 hari setelah paparan yang diasumsikan untuk COVID-19.

Banyak pihak berwenang lain di seluruh dunia menggunakan panduan yang sama untuk mereka yang memiliki risiko tinggi terinfeksi karena kontak dengan pasien atau melakukan perjalanan ke daerah yang terdapat kasus.

COVID-19 ini biasanya menyebar melalui tetesan air liur atau lendir yang dibawa di udara hingga 1,8 meter atau lebih ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Partikel virus ini dapat dihirup atau mendarat di permukaan yang disentuh oleh orang bisa juga dipindahkan saat berjabat tangan, hingga jika berbagi minuman dengan seseorang yang memiliki virus.

Seringkali jelas jika seseorang tidak sehat. Tetapi ada beberapa kasus di mana mereka yang tidak merasa sakit dan menyebarkan virus tersebut.

Perlu diketahui COVID-19 merupakan penyakit yang diakibatkan oleh sebuah virus yang menyerang pernapasan, gejala umumnya adalah demam, batuk kering, dan kesulitan bernapas.

Namun, di beberapa kasus lain dilaporkan pula muntah atau diare. Bahkan hingga dapat menyebabkan pneumonia dan berpotensi mengancam nyawa.

Kebanyakan orang yang sakit akan sembuh dari COVID-19 ini, dengan waktu pemulihan yang beragam.

Jika pasien tidak sakit parah maka proses penyembuhan akan seperti flu, dengan gejala ringan dapat pulih dalam beberapa hari.

Sedangkan untuk pasien dengan gejala yang cukup parah diperlukan waktu berminggu-minggu bahkan hingga berbulan-bulan.

"Perkiraan akurat tentang periode inkubasi penyakit untuk virus baru memudahkan epidemiologi untuk mengukur dinamika wabah yang terjadi, dan memungkinkan pejabat kesehatan masyarakat untuk merancang karantina yang efektif dan tindakan pengendalian lainnya.

"Karantina biasanya lambat dan pada akhirnya dapat menghentikan penyebaran infeksi, bahkan jika ada beberapa kasus outlier dengan periode inkubasi yang melebihi periode karantina," ujar Profesor Justin Lessler.***

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
KEREN, Wanita Berkerudung Ini Ramaikan Festival Budaya Nusantara Harmoni Indonesiaku di HKBP Cimahi




Sumber: PikiranRakyat
loading...

No comments

Powered by Blogger.