Header Ads

Sembuh dari Virus Corona, Menteri Kesehatan Inggris Kehilangan Kemampuan 2 Pancaindra

WARTAGAS - Pandemi virus corona COVID-19 yang sedang menyerang seluruh dunia diketahui bisa sembuh tanpa obat khusus.

Sembuh dari Virus Corona, Menteri Kesehatan Inggris Kehilangan Kemampuan 2 Pancaindra
MENTERI Kesehatan Inggris Nadine Dorries mengungkap kondisinya usai pulih dari serangan virus corona COVID-19.* /Kolase instagram/@nadinedorries dan pixabay


Walaupun begitu, ternyata virus tersebut cukup mempengaruhi kondisi tubuh pasien usai sembuh.

Menteri Kesehatan Inggris, Nadine Dorries mengalami hal ini usai dinyatakan pulih dari penyakit akibat infeksi virus tersebut.

Seperti berita sebelumnya, wanita yang juga anggota parlemen Inggris itu dinyatakan positif corona pada Selasa 10 Maret 2020.

BACA JUGA: Menteri Kesehatan Inggris Positif Terinfeksi Virus Corona Setelah Sebelumnya Bertemu Ratusan Orang di Parlemen

Ia sebenarnya sudah sakit sejak Jumat 6 Maret 2020 dan sempat bertemu dengan beberapa anggota parlemen, bahkan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Sampai saat ini, Nadine belum mengetahui asal virus yang tertular padanya, namun sudah pulih usai melakukan karantina mandiri di rumah selama tujuh hari.

Baca Juga: Penyelenggaraan Rapid Test Virus Corona Didorong Libatkan TNI dan Polri

Padahal, ia mengaku tak berpergian ke luar negeri ataupun berinteraksi dengan orang yang baru pulang dari luar negeri.

Ibunya yang berusia 84 tahun juga ikut tertular karena tinggal bersama. Namun, gejalanya lebih ringan daripada yang dialami Nadine.

"Beberapa orang mungkin terinfeksi tanpa sadar," katanyasebagaimana dikutip dari Manchester Evening News.

Setelah petugas medis menyatakan bahwa dirinya negatif atau sembuh dari COVID-19, ia merasakan hal yang aneh dari dirinya.

Dikutip dari The Mirror, Nadine menceritakan hal itu di akun Twitternya @NadineDorries pada Kamis 19 Maret 2020.

"Efek samping dari virus corona yang nyata bagi saya ialah bahwa saya kehilangan 100 persen indera perasa dan penciuman.

"Keduanya benar-benar lenyap, aneh sekali. Makan dan minum yang dingin atau panas, saya tak tahu.

"Tak berguna memasukkan sekantung teh celup ke minuman saya,"
tulisnya.



Curhatannya itu didukung oleh pendapat seorang virologis asal Jerman, Hendrik Streeck.

Ia mengklaim telah mewawancarai sejumlah pasien untuk mengungkap gejala yang tidak disadari para dokter.

Hendrik mengatakan pemeriksaan lewat gejala bisa meningkatkan tingkat kematian pasien akibat pandemi corona seperti yang terjadi di Italia.

"Jika seseorang mengikuti hasil penelitian ini dan (seharusnya) digunakan asumsi bahwa 91 persen pasien COVID-19 mengalami gejala ringan atau menengah,

"Italia hanya fokus pada sembilan persen sisanya," ujar Hendrik.***


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
SERU Menikmati Keindahan Hutan Alas Baluran Situbondo Jawa Timur Indonesia Bersama Bus Lorena


Sumber: pikiran-rakyat
loading...

No comments

Powered by Blogger.