Header Ads

Tak Cuma Virus Corona, Tiongkok Kini Hadapi Angka Kasus Perceraian yang Meninggi karena Pasangan Terlalu Lama Bersama Selama Karantina

WARTAGAS - Tingkat perceraian di Tiongkok meningkat secara signifikan lantaran banyak pasangan yang terlalu lama bersama saat masa karantina.

Tak Cuma Virus Corona, Tiongkok Kini Hadapi Angka Kasus Perceraian yang Meninggi karena Pasangan Terlalu Lama Bersama Selama Karantina
Ilustrasi

Manajer pendaftaran pernikahan di Dazhou, Tiongkok, Lu Shijun mengatakan, ada 300 pasangan yang menjadwalkan untuk bercerai sejak 24 Februari 2020 lalu.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Daily Mail, Lu mengonfirmasi kasus perceraian yang melonjak lebih tinggi dibandingkan saat sebelum virus corona baru (COVID-19) menyerang.

"Tingkat perceraian telah melonjak, dibandingkan sebelum wabah COVID-19 menyerang," ujar Lu saat konferensi pers pada Selasa, 16 Maret 2020 kemarin.

Lu menjelaskan, ada kemungkinan bahwa beberapa pasangan mendapatkan masalah karena hal kecil yang kemudian mereka berdebat dan memutuskan untuk bercerai dengan terburu-buru.

"Pasangan muda menghabiskan banyak waktu bersama-sama di rumah.

"Mereka kemungkinan masuk ke perdebatan sengit karena sesuatu yang remeh, kemudian mereka terburu-buru memutuskan untuk bercerai," ungkap Lu.

Beberapa hasil perceraian dari pasangan-pasangan asal Tiongkok masih dilakukan penundaan.

Pasalnya, kantor dewan setempat akan terus ditutup selama wabah COVID-19 masih mengancam kesehatan publik.

Kantor pendaftaran perkawinan di Xi'an, Tiongkok pun mengalami peningkatan jumlah pasangan yang mendaftar untuk bercerai.

Para ilmuwan masih belum bisa menemukan jawaban terkait menghabiskan waktu bersama-sama dalam waktu yang cukup lama akan bermanfaat bagi pasangan, atau justru sebaliknya.

Namun, pada 2018 lalu, sebuah studi menemukan fakta bahwa pasangan yang sudah hidup bersama sejak mereka belum menikah memiliki tingkat perceraian yang lebih rendah dibandingkan pasangan yang tidak tinggal bersama.

Sebuah studi lainnya menunjukkan, hidup bersama-sama dapat melindungi pasangan dari kasus perceraian.

Para Pemerintah Tiongkok telah mengimbau warganya untuk mengasingkan diri dengan jangka waktu lebih dari satu bulan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Hingga saat ini, sudah lebih dari 180.000 kasus yang postif terinfeksi COVID-19 di seluruh dunia dan angka kematian yang meningkat hingga 7.157.

Jumlah-jumlah tersebut menyebabkan beberapa negara melakukan karantina dengan menutup sekolah, pusat perbelanjaan dan kantor-kantor untuk sementara waktu.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, wabah COVID-19 sudah menjadi pandemi.

Di luar Tiongkok, Italia menjadi negara yang mengalami dampak terburuk akibat penyebaran COVID-19.

Terhitung hingga saat ini, sudah ada 27.980 kasus yang positif terinfeksi, kemudian jumlah kematian mencapai 2.158 kematian.

Pemerintah Italia juga sudah melakukan lockdown untuk negara mereka.

Sekolah, kantor dan pusat perbelanjaan di tutup, hingga pertandingan-pertandingan olahraga di Italia pun ditunda agar COVID-19 tidak semakin menyebar.***

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Menjemur Gabah Padi di Kampung Halaman




Sumber: Pikiran-rakyat
loading...

No comments

Powered by Blogger.