Header Ads

Video Evakuasi Pasien Corona di Gang Disebut Terjadi di Kota Cimahi, Simak Faktanya

CIMAHI - Masyarakat Kota Cimahi resah atas beredarkan video singkat menggambarkan evakuasi pasien terkait virus corona (Covid-19), Senin 23 Maret 2020.

Video Evakuasi Pasien Corona di Gang Disebut Terjadi di Kota Cimahi, Simak Faktanya
TANGKAPAN layar video viral pasien terkait corona di sebuah gang.* (Pikiran-rakyat)

Pasalnya, video tersebut mencantumkan keterangan tempat belakang Mal Buana Cimahi dengan disertai suara percakapan perempuan yang menyebut lokasi yang sama.

Video tersebut berdurasi sekitar 26 detik.

Gambar pada video memperlihatkan dua petugas mengenakan hazmat atau alat pelindung diri (APD) lengkap tengah mendorong ranjang yang mengangkut seorang pasien perempuan melintasi gang, terdapat sejumlah warga lain ikut mengabadikan momen tersebut dengan telefon genggam.

Video seolah-olah diambil dari status pada WhatsApp dengan keterangan nama Teh Nonov, di bagian bawah video mencantumkan lokasi Belakang Buana Cimahi.

Dua orang perempuan yang terekam suaranya juga menyebut nama daerah yang sama menggunakan Bahasa Sunda.

Pada saat bersamaan, tersebar video dengan gambar sama namun lebih panjang 4 detik.

Dalam video tersebut, tidak ada keterangan tempat maupun percakapan dua orang perempuan melainkan suara laki-laki yang berbicara menggunakana Bahasa Indonesia.

Hasil penelusuran, kejadian pada video tersebut berlangsung di Gunung Sahari Jakarta Pusat, Sabtu 21 Maret 2020. Evakuasi terhadap pasien dilakukan oleh petugas medis.

Ketika dikonfirmasi, Demikian diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi Informasi Arsip dan Perpustakaan (Diskominfoarpus) Kota Cimahi Harjono mengatakan, dipastikan kejadian pada video tersebut bukan di Kota Cimahi.

"Ada dua video dengan gambar sama namun ada perbedaan pada keterangan tempat hingga suara yang terekam. Diduga ada rekayasa, nah ini yang membuat resah," katanya.

Harjono menilai, dalam kondisi pandemi corona semua pihak harus ikut terlibat menjaga kondusifitas.

"Mohon semua pihak untuk menahan diri tidak memposting gambar, video, audio, maupun informasi yang sesungguhnya kita sendiri tidak tahu kebenarannya. Sebelum share, mari kita tanya diri kita dulu, apakah informasi yang kita dapat diyakini kebenarannya ini benar2 dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain, atau justru membangkitkan kecemasan publik," tuturnya.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk bersikap bijak atas segala informasi yang menyebar dengan cepat.

"Agar masyarakat tidak mudah percaya dan ikut menyebarkan informasi soal pasien Covid-19 yang tidak valid. Jika ada informasi yang diragukan, jangan langsung disebrkan dan bisa bertanya ke Posko Covid-19 Kota Cimahi," katanya.***


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
TAHU BULAT, Yang Tekenal di Bandung Bentuk Bulat Harga 500an - Kuliner Bandung




Sumber: pikiran-rakyat
loading...

No comments

Powered by Blogger.