Header Ads

Disarankan Dokter Jadi Obat COVID-19, Daging Kucing dan Anjing Marak Dijual di Vietnam

WARTAGAS - Selama pandemi COVID-19 yang saat ini tengah mewabah secara global, di Vietnam dan Kamboja penjualan daging anjing dan kucing melonjak.

Disarankan Dokter Jadi Obat COVID-19, Daging Kucing dan Anjing Marak Dijual di Vietnam
Ilustasi Foto Anjing dan Kucing (Net)

Menurut kelompok kesejahteraan hewan Four PAWS, dokter telah memberi tau orang-orang bahwa kandungan alami dari anjing dan kucing dapat menangkal virus, sehingga lonjakan permintaan muncul.

Dikabarkan Mirror, investigasi telah menemukan bahwa pasar hingga restoran menawarkan hidangan anjing dan kucing untuk dapat dinikmati atau dibawa pulang melalui aplikasi pengiriman makanan.

Lonjakan permintaan ini muncul di tengah kekhawatiran akan virus corona yang mematikan, yang kini tengah menyebar ke seluruh dunia.

Seperti diketahui pertama kali virus menginfeksi manusia terjadi di pasar hewan liar di kota Wuhan, Tiongkok pada akhir tahun 2019 lalu.

Seorang dokter hewan dari Four Paws, Kathrine Polak mengatakan bahwa praktik tersebut sangat mengejutkan, mengkonsumsi daging anjing dan kucing justru disebut membawa risiko penyebaran penyakit baru.

"Kondisi tidak sehat terkait dengan perdagangan daging kucing dan anjing, ditambah dengan risiko kontaminasi memiliki begitu banyak spesies hewan yang berbeda dikurung dan dibunuh satu sama lain, menghadirkan tempat berkembang biak yang sempurna untuk penyakit baru dan mematikan, seperti COVID-19," ujar Kathrine, seperti yang dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Badan amal tersebut mendesak agar pemerintah menutup pasar hewan hidup yang 'kejam' tersebut, yang digambarkan sebagai 'bom waktu'.

Phnom Penh, ibu kota dari Kamboja telah memiliki 110 restoran yang menyajikan daging anjing dan telah dikaitkan dengan kasus kolera, trichinella, serta rabies.

Namun, satu penjual mengatakan bahwa di komunitasnya, diyakini bahwa makan anjing dapat mencegah pilek dan penyakit karena virus.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dokter telah mendorong orang-orang untuk mengkonsumsi daging tersebut karena aman dan alami tanpa bahan kimia.

Meskipun Vietnam memiliki tradisi makan daging anjing, pendiri badan amal Sound of Animals, Micheal Chour, mengatakan bahwa kenaikan baru-baru ini juga disebabkan oleh pengaruh Tiongkok.

"Ada peningkatan besar dalam jumlah pekerja Tiongkok yang datang ke negara itu dan mereka telah membeli banyak praktik mereka bersama mereka," katanya

Lebih lanjut, banyak orang Tiongkok yang memperkenalkan praktik-praktik yang menyiksa seperti mengkonsumsi daging hewan eksotis.

Melihat Tiongkok adalah negara yang memiliki kekuatan dan lebih besar maka banyak masyarakat yang akhirnya mengikuti dan mendengar praktik-praktik yang dilakukan disana.

Kini Vietnam telah memiliki setidaknya 268 total kasus virus corona.

Sementara itu, di Kamboja tercatat ada 122 pasien positif.

Kini pasar basah di kota Wuhan Tiongkok juga sudah kembali dibuka, setelah sebelumnya dipersalahkan sebagai sumber dari virus yang membunuh ratusan ribu orang di seluruh dunia.

Tiongkok pun sebenarnya telah melarang penjualan dan konsumsi satwa liar untuk menjaga kesehatan masyarakat dan keamanan ekologis di bawah pemerintah Presiden Xi Jinping.

Namun, larangan tersebut kini dicabut dan membuat para ahli khawatir ini akan membuat masalah besar lainnya.***

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Alamak, Benji Anjing Ganteng Kami Ketakutan sampai Gemetaran Dengar Suara Petir



Sumber: Pikiran-Rakyat.com.
loading...

No comments

Powered by Blogger.