Header Ads

Sebut Gagal Tanggapi Virus Corona, Trump Berencana Tahan Pendanaan untuk WHO

WARTAGAS - - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengkritik tajam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), melalui unggahannya di laman resmi Twitternya.

Sebut Gagal Tanggapi Virus Corona, Trump Berencana Tahan Pendanaan untuk WHO
POTRET Presiden Donald Trump. (Instagram/@realdonaldtrump)

Trump menuduh WHO terlalu fokus pada Tiongkok dan mengeluarkan saran yang buruk selama pandemi COVID-19 terjadi.

"WHO benar-benar gagal," ujar Trump melalui akun Twitternya @realDonaldTrump pada Selasa, 7 April 2020.

Lebih lanjut ia mengungkap kan bahwa sebagian besar WHO didanai oleh Amerika Serikat.

Namun, ia menganggap WHO sangat sentris terhadap Tiongkok.

"Untungnya saya menolak saran mereka tentang menjaga perbatasan kita terbuka ke Tiongkok sejak dini. Mengapa mereka memberi kami rekomendasi yang salah?" tambahnya.

Sebelumnya Trump menyuarakan sentimen yang sama dengan mengatakan bahwa penanganan untuk virus corona sudah salah sejak awal kemunculannya.

"Akan jauh lebih baik jika kita mengetahui hal ini beberapa bulan sebelumnya. Itu bisa saja terkandung pada satu area di Tiongkok di mana ia dimulai," ujar Presiden AS Donald Trump, sebagaimana dikutip dari laman The Sun.

Kaum konservatif AS telah semakin mengkritik WHO selama pandemi global, mengatakan bahwa mereka mengandalkan data yang salah dari Tiongkok tentang pecahnya virus corona.

Pada pekan lalu, Senator Republik, Marco Rubio menyerukan pengunduran dirinya kepada Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Dia mengizinkan Beijing menggunakan WHO untuk menyesatkan komunitas global," ujar Senator Republik, Marco Rubio.

Baru-baru ini, Senator Republik Martha McSally juga mengatakan Dr Tedros harus mengundurkan diri.

"Dr Tedros menipu dunia. Pada satu titik, dia bahkan memuji 'transparansi China selama upaya tanggapannya terhadap virus korona' meskipun ada banyak bukti yang menunjukkan rezim menyembunyikan kerasnya wabah itu. Penipuan ini memakan banyak biaya," ujarnya.

Dengan adanya kasus ini, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia sedang mempertimbangkan menahan dana untuk WHO setelah badan kesehatan tersebut gagal membunyikan alarm lebih cepat mengenai virus corona.

"Saya tidak mengatakan saya akan melakukannya, tetapi kita akan melihatnya," kata presiden pada hari Selasa, 7 April 2020 kemarin di Gedung Putih, dikutip dari Bloomberg.

Kongres mengalokasikan sektar 123 juta Dollar AS atau setara dengan lebih dari Rp 1 triliun untuk WHO pada tahun 2020.

"Mereka selalu di sisi Tiongkok, tetapi kami mendanai mereka. Jadi kita ingin melihatnya," ujar Trump.

WHO memiliki kebijakan menghindari kritik publik terhadap negara-negara anggota untuk menghindari pengurangan tindakan kesehatan mereka.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhano Ghebreyesus sebelumnya mengatakan Trump telah melakukan pekerjaan besar dan memujinya karena meningkatkan penelitian serta pengembahan, melibatkan sektor swasta pada hal-hal seperti pasokan medis, memperluas pengujian, juga mendidik masyarakat.

Tedros juga berulang kal memuji Tiongkok, bahkan saat Beijing dikritik oleh banyak negara-negara dan organisasi-organisasi lain karena lamban dalam merespon awal wabah di sana dan telah menolak kerja sama dengan para pelacak penyakit internasional.***



LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Gondang dan Tortor Batak SAURMATUA




Sumber: pikiran-rakyat
loading...

No comments

Powered by Blogger.