Header Ads

Trump Paksa 10 Juta Masker COVID-19 untuk Negara Asia Dikirim ke AS, Ditolak Mentah-mentah

WARTAGAS - Produsen masker 3M menolak mentah-mentah permintaan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang meminta pengiriman 10 juta masker ke AS.

Trump Paksa 10 Juta Masker COVID-19 untuk Negara Asia Dikirim ke AS, Ditolak Mentah-mentah
POTRET Presiden Donald Trump.* //Instagram/@realdonaldtrump

10 juta masker jenis N95 tersebut akan dipergunakan untuk para tenaga medis di garis depan yang sedang memerangi pandemi virus corona baru (COVID-19) di AS.

Dikutip dari laman Mothership, menurut surat kabar setempat, 3M menolak permintaan AS dengan alasan tidak ingin membuat para pekerja medis yang menangani COVID-19 di Asia kekurangan persediaan alat pelindung diri.

Masker-masker tersebut diproduksi oleh cabang perusahaan 3M di Singapura yang merupakan pengekspor masker utama untuk negara-negara di Asia.

Pada Jumat, 3 April 2020 kemarin, melalui akun Twitter pribadinya Trump menanggapi penolakan yang dilakukan oleh 3M.

"Kami memukul 3M dengan keras hari ini, setelah melihat apa yang mereka lakukan dengan masker mereka. "P Act" sepanjang jalan," tulis Trump melalui akun Twitter pribadinya @realDonaldTrump pada Jumat, 3 April 2020.

Trump menambahkan, dirinya telah mengajukan Undang-undang Produksi Pertahanan terhadap perusahaan 3M.

"Kejutan besar bagi banyak orang di pemerintahan tentang apa yang mereka lakukan, akan memiliki harga besar untuk dibayar!" sambungnya.

Di bawah Undang-undang Produksi Pertahanan yang diajukan, 3M diharuskan menjual produknya kepada pemerintah AS.

Undang-Undang tersebut pertama kali digunakan pada tahun 1950 pada saat terjadinya Perang Korea.

Menurut kabar yang beredar, 3M telah berkomitmen untuk mengekspor sejumlah masker N95 ke AS dari pabrik mereka di Tiongkok, namun tidak akan mencapai 10 juta masker.

Perusahaan-perusahaan yang berada dalam naungan 3M seperti Scotch, Post-It dan Nexcare juga akan turut membantu memproduksi masker dan alat pelindung lainnya.

Penasihat Perdagangan White House, Peter Navarro berharap, masker yang diproduksi 3M dapat datang secepatnya ke AS.

"Kami memiliki beberapa masalah untuk memastikan bahwa semua produksi yang dilakukan 3M di seluruh dunia, cukup untuk kembali secepatnya ke sini ke tempat yang tepat," ungkap Navarro kepada New York Times (NYT).

Diketahui, saat ini AS tengah menghadapi kekurangan persediaan masker N95 yang diproduksi oleh 3M untuk tenaga medis yang merawat pasien COVID-19.

Dengan demikian, para tenaga medis yang bekerja di garis depan menjadi kewalahan lantaran minimnya persediaan alat pelindung diri.

Beberapa petugas medis bahkan mengganti masker pelindung mereka menggunakan kain.

American Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah mendaftarkan masker jenis KN95 sebagai salah satu alat perlindungan selama pandemi COVID-19, jika persediaan masker N95 menipis.

Namun, masker KN95 tidak dapat diimpor secara legal oleh rumah sakit di AS karena tidak diberi izin oleh Food and Drug Administration (FDA).

Sementara itu, terlepas dari kebutuhan masker yang mendesak, FDA masih belum menemukan pengganti masker KN95.***



LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Dunia Malam: Situasi Jumat 3 April 2020 di Jalan Raya Kota Cimahi depan RSUD Cibabat Tetap Ramai



Sumber: pikiran-rakyat
loading...

No comments

Powered by Blogger.