Header Ads

Bahas Kekurangan APD di Rumah Sakit, Sri Mulyani: Kalau pun Ada Uang, Bahannya Nggak Ada

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani ungkap dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam memerangi sektor kesehatan COVID-19 sebesar Rp 75 triliun.

Bahas Kekurangan APD di Rumah Sakit, Sri Mulyani: Kalau pun Ada Uang, Bahannya Nggak Ada
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Instagram @smindrawati)

Banyak yang mempertanyakan mengenai anggaran yang yang sudah disediakan akan tetapi masih banyak alat kesehatan yang kurang.

Sri Mulyani pun menjelaskan mengenai alat kesehatan yang saat ini diburu oleh seluruh negara dan menjadi langka.

Hal ini diungkapkan Sri Mulyani dalam live Instagram @officialpilarez bersama @smidrawati dalam obrolan #pejuangcorona pada Jumat 1 Mei 2020.

"Makanya kenapa masih ada yang nanya ini Rp 75 triliun kemana aja, kok masih ada APD yang kekurangan kenapa? Kok orang masih menganggap bahwa di sini tidak ada ventilator?" ujar Sri.

Menurut Sri, alasan mengapa alat kesehatan menjadi langka karena hampir seluruh dunia mencari dan membeli alat untuk memerangi virus corona ini.

"Saat ini kalau pun ada uang bahannya nggak ada, karena seluruh dunia nyari hand sanitizer, mencari APD, mencari ventilator," ujar Sri.

Ia pun menceritakan bahwa di Negara Amerika Serikat pun pabrik mobil turut membuat ventilator.

Sehingga permasalahan kekurangan APD bukan dari segi keuangan melainkan akibat kelangkaan alat tersebut.

Bahkan Sri Mulyani pun mencari seluruh pabrik di Indonesia yang dapat memproduksi APD hingga menemukannya di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Pabrik tersebut pun kerap mendapatkan pesanan dari Korea Selatan dan Jepang untuk membuat APD.

"Bahannya dari mereka kemudian di ekspor, waktu itu Indonesia lagi butuh banget APD, dan tidak ada APD yang memadai di semua tempat bahkan di Jakarta pun kewalahan," ujar Sri Mulyani.

"Sehingga kita harus negosiasi sama Jepang dan Korea, oke ini barang kamu ini harusnya di ekspor tapi kan Indonesia juga butuh, jadi akhirnya kita melakukan negosiasi," lanjutnya.

Setelah melakukan negoisasi ia pun mengatakan bahwa hasil produksi APD akan dibagi dua dengan syarat Korea dan Jepang akan mengirim kembali bahan baku APD.

"Kemudian muncul pabrik-pabrik lain yang bisa membuat hal yang sama dan itu bagus, artinya dia menimbulkan dampak positif," ujarnya.***

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Kondisi Terbaru Jalan Yang Menghubungkan Pematangsiantar - Tanah Jawa (PP)




Sumber: pikiran-rakyat
loading...

No comments

Powered by Blogger.